Pemulihan Ekonomi Tahun Depan, Ini Dua Fokus Strategi Mendag

Kompas.com - 30/11/2020, 09:06 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengunjungi Pasar Badung, Denpasar, Bali, untuk meninjau harga barang kebutuhan pokok, Kamis (26/11/2020). Kompas.com/ Imam RosidinMenteri Perdagangan Agus Suparmanto mengunjungi Pasar Badung, Denpasar, Bali, untuk meninjau harga barang kebutuhan pokok, Kamis (26/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan, akan fokus menjaga konsumsi dan pasar di dalam negeri dengan mengutamakan produk buatan lokal, serta meningkatkan keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global.

Hal tersebut merupakan bagian dari strategi yang telah disusun Kemendag dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi di tahun mendatang.

Menurut Agus, penghujung tahun 2020 menjadi momentum tepat untuk Indonesia belajar dan bersama-sama menyusun strategi perdagangan yang lebih baik di tahun mendatang.

Baca juga: 5 Strategi Mengatur Keuangan Hadapi Tantangan Ekonomi di Masa Pandemi

"Sebagai negara besar, maka menjaga konsumsi dan pasar di dalam negeri adalah salah satu langkah tepat mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, keterbukaan dan keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global juga menjadi keharusan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/11/2020).

Ia menjelaskan, menjaga pasar utama dan terus membuka akses pasar baru di negara-negara nontradisional adalah langkah yang akan terus dilakukan agar produk-produk Indonesia semakin berdaya saing dan mendunia.

Beberapa hal tersebut penting dilakukan agar Indonesia siap berpacu dalam perdagangan dunia terutama dalam menghadapi ketidakpastian yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai implikasi dari kondisi pandemi tersebut, perdagangan dunia juga mengalami perlambatan. IMF mengungkapkan, perdagangan dunia pada 2020 diperkirakan terkontraksi 10,4 persen.

Namun, pada 2021, perdagangan dunia diperkirakan akan lebih baik dan tumbuh 8,3 persen dengan kontribusi terbesar dari negara-negara berkembang.

Untuk itu kata Agus, situasi normal baru saat ini merupakan proses transisi yang menuntut semua negara cepat beradaptasi dan berinovasi. Pandemi telah mengubah berbagai tatanan, termasuk perdagangan dunia dan bisnis, mulai dari sistem produksi, komoditas unggulan, hingga sistem logistik.

“Kita harus dapat mengubah momentum krisis ini menjadi lompatan kesempatan dan kemajuan. Untuk itu, Kemendag telah melakukan pemetaan tantangan dan peluang di sektor perdagangan selama dan pascapandemi Covid-19,” jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.