Erick Thohir Prediksi Proses Vaksinasi Covid-19 Memakan Waktu Hingga 9 Bulan

Kompas.com - 30/11/2020, 19:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Milenial Fest Conference 2020, yang disiarkan secara virtual, Sabtu (15/8/2020). (Tangkapan Layar) KOMPAS.com/ELSA CATRIANAMenteri BUMN Erick Thohir dalam acara Milenial Fest Conference 2020, yang disiarkan secara virtual, Sabtu (15/8/2020). (Tangkapan Layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memprediksi proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan memerlukan waktu sekitar sembilan bulan.

Hal tersebut bisa terlaksana jika proses vaksinasi Covid-19 BUMN bekerjasama dengan pihak swasta.

“Tapi kalau kita bersama swasta menjadi 13 juta, Insya Allah vaksinasi bisa berjalan 8 sampai 9 bulan. Ini contoh konkret kenapa kita tidak mau menjadi menara gading,” ujar Erick saat rapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Erick menambahkan, saat ini fasilitas kesehatan yang dimiliki BUMN hanya mampu melakukan vaksinasi sebanyak 2,3 juta dalam tiap satu bulannya.

Jika hanya mengandalkan fasilitas tersebut, maka proses vaksinasi Covid-19 akan berjalan lama.

“Kita tidak mungkin melakukan vaksinasi karena ini ditugaskan negara BUMN saja. Akhirnya yang rugi masyarakat, kenapa? kalau penugasannya 75 juta, kita bisa memvaksin dengan foot print kita sebulan 2 juta, sampai kapan,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Atas dasar itu, lanjut Erick, perlu menggandeng pihak swasta untuk melakukan vaksinasi ini.

Dengan begitu, proses vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Indonesia bisa berjalan cepat

Foot print swasta dengan RS dan kliniknya bisa 11 juta. Ini yang harus kita sinergikan,” imbuh Erick.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X