Luhut Mengakui Angka Kasus Covid di RI Mengalami Kenaikan

Kompas.com - 30/11/2020, 19:47 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait menghadapi bencana banjir 2020-2021 di Jakarta, Senin (30/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait menghadapi bencana banjir 2020-2021 di Jakarta, Senin (30/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordiator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui selama 2 pekan terakhir kasus Covid-19) di Indonesia mengalami kenaikan.

Luhut menyebutkan, terdapat 13 provinsi yang menyumbang kasus covid terbanyak. Namun, ada tiga provinsi dianggap sebagai pemicu meledaknya angka kasus Covid-19.

"Coba saya mulai tentang Covid-19, ada 13 provinsi yang menyumbang 84 persen kasus Covid di Indonesia. Memang dua minggu terakhir ini situasinya terlihat tidak begitu baik tetapi kita masih berusaha keras untuk menahan risiko tersebut," kata dia, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

"Kalau berdasarkan data kami, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, ini menurut saya wilayah provinsi penyumbang terbanyak Covid-19 itu seperti 84 persen," lanjut Luhut.

Kendati demikian, Luhut yang merupakan Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 ini memaparkan tiga jurus menekan angka kasus covid tersebut.

"Tiga strategi penanggulangan Covid-19 menjadi fokus bagi provinsi dan paling efektif. Ini saya kira strategi kita di 8 provinsi, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Dan ditambah juga Riau dan Aceh. Strategi kami pada dasarnya nomor satu adalah deteksi dini penularan covid," ucap dia.

Kemudian, strategi kedua adalah fasilitas sentralisasi. Menurut Luhut, DKI Jakarta paling sukses menangani kasus covid karena fasilitasnya isolasinya lumayan bagus. Yang terakhir, strategi yang diterapkan dalam penanganan adalah manajemen klinis standar Covid-19.

Baca juga: 7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap penularan virus corona. Berdasarkan data terakhir yang diterima Jokowi, kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 13,41 persen.

Jokowi mengatakan, kasus aktif tersebut masih lebih baik dari angka rata-rata dunia. Namun, ia menekankan bahwa angka ini meningkat dibanding kasus aktif minggu lalu sebesar 12,78 persen.

Menurut Jokowi, angka-angka ini memperlihatkan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia tengah memburuk.

"Ini semuanya memburuk semuanya, karena adanya tadi kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X