Ini Dua BUMN yang Akan Direstrukturisasi Erick Thohir

Kompas.com - 30/11/2020, 20:23 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir  (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.
 ANTARA FOTO/ADAM BARIQMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan beberapa perusahaan yang akan direstrukturisasi dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut diungkapkan Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/11/2020).

Perusahaan-perusahaan yang akan direkstrukturisasi itu akan dimasukan ke PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) atau PPA.

"Lalu sisa BUMN lainnya yang memang masuk ke restrukturisasi itu masuk ke PPA. PPA dimana ada 35 BUMN yang memang sekarang ada tim khusus dimana memang fokus restrukturisasi,” ujar mantan bos Inter Milan itu.

Baca juga: Ini Timeline Restrukturisasi Polis Jiwasraya ke IFG Life

Salah satu perusahaan yang akan direstrukturisasi, lanjut Erick yakni PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN.

“Di sini ada PANN yang dulu dipertanyakan, PT Iglas dan lain-lain,” kata Erick.

Saat ini, lanjut Erick, pihaknya tengah berkordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk melakukan restrukturisasi 35 perusahaan tersebut.

“Di sini kita juga sudah diskusi dengan Kemenkeu step-step apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Sebelumnya, PT PANN sempat membuat bingung Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Erick Thohir.

Sebab, nama perusahaan milik negara tersebut kurang familiar di telinga keduanya.

Padahal, BUMN tersebut mendapatkan PMN non-tunai sebesar Rp 3,76 triliun yang berasal dari konversi utang Subsidiary Loan Agreement (SLA) menjadi ekuitas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X