Erick Thohir: Saya Enggak Mau Perumnas Jadi Jiwasraya Baru

Kompas.com - 01/12/2020, 06:36 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran logo Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020). Dokumentasi Kementerian BUMNMenteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran logo Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak ingin kondisi keuangan Perum Perumnas terpuruk seperti PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Sebab, selama ini Perumnas menjalankan penugasan dari pemerintah untuk membangun rumah murah. Namun, Perumnas harus membeli lahan untuk mendirikan perumahannya.

“Kita disuruh bangun rumah murah, tapi Perumnas tanahnya beli. Akses jalan belum nyambung, (lalu) harga (rumahnya) Rp 150 juta, ya enggak ketemu juga,” ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Erick Thohir Usul Candi Borobudur Tidak Jadi Destinasi Pariwisata Massal, Apa Alasannya?

Mantan bos Inter Milan itu mengaku telah menbahas permasalahan ini dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR. Menurut dia, hasil rapat tersebut menunjukkan hal yang positif.

“Kemarin (hasil rapat) so far positif, karena kita jelaskan, ya tidak mungkin, kecuali kita tidak bangun rumah murah. Kita jadi property company saja, yang menjual sesuai harga pasar,” kata dia.

Pendiri Mahaka Group itu menjelaskan, jika hal tersebut terus berlanjut, keuangan Perumnas akan terpuruk. Sebab, tiap menjalankan program pemerintah, Perumnas selalu merugi.

“Kita juga enggak mau Perumnas ini jadi Jiwasraya baru. Kenapa? Karena selalu nombok. Dia hanya mengandalkan utang-utang terus, padahal titik bawahnya enggak ketemu,” ungkap Erick.

Baca juga: Erick Thohir: Negara Hadir dan Memastikan Keamanan Polis Nasabah Jiwasraya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X