Inflasi November Capai 0,28 Persen, Ini Pendongkraknya

Kompas.com - 01/12/2020, 13:08 WIB
Ilustrasi pedagang daging ayam. KOMPAS.com/FARIDA FARHANIlustrasi pedagang daging ayam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November 2020 mencapai 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka ini lebih tinggi dari bulan Oktober yang hanya 0,07 persen.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Setianto mengatakan, penyumbang inflasi November berasal dari komoditas makanan dan minuman (mamin).

"Penyebab utamanya karena harga makanan dan minuman dengan andil sebesar 0,22 persen. Untuk makanan dan minuman ini contohnya daging ayam dengan andil 0,08 persen, telur ayam ras, cabai merah," kata dia dalam konfrensi pers virtual, Selasa (1/12/20200.

Baca juga: Daya Beli Terpukul, RI Catat Inflasi Tahunan Terendah sejak Mei 2000

Sedangkan komoditas emas dan perhiasan, harga beras, serta daging sapi berkontribusi deflasi pada November kali ini.

"Untuk emas dan perhiasan ini mengalami penurunan harga dengan andil 0,02 persen. Kemudian beras dengan andil minus 0,01 persen dan daging sapi dengan andil yang sama 0,01 persen atau mengalami deflasi," ujarnya.

Namun demikian, BPS mengingatkan kewaspadaan musim penghujan yang akan berlanjut dan menghambat penyaluran barang termasuk komoditas pangan akibat cuaca tersebut.

"Terkait musim penghujan barang kali terkait dengan distribusi barang karena cuaca, ombak tinggi, curah hujan tinggi ini bisa menghambat distribusi barang ke konsumen," ujar dia.

Baca juga: BPS Catat Inflasi 0,28 Persen pada November 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X