Pemerintah Pusat dan Daerah Kebut Belanja Anggaran Rp 1.068 Triliun pada Akhir Tahun

Kompas.com - 01/12/2020, 18:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan sisa belanja pemerintah pusat dan daerah hingga akhir tahun mencapai Rp 1.068 triliun. Padahal, tahun 2020 berakhir dalam 29 hari lagi.

Bendahara Negara itu menjelaskan, sisa belanja tersebut terdiri atas belanja APBN yang sebesar Rp 798,7 triliun, ditambah dengan belanja pemerintah daerah yang berada di kisaran Rp 400 trilliun.

"Kalau kita lihat total belanja APBN Rp 798,7 triliun ditambah Rp 400 triliun APBD. Total keseluruhan kalau dikurangi TKDD (transfer ke daerah dan dana desa) masih ada sekitar Rp 1.068 triliun sendiri," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020).

Dia berharap dalam sisa akhir tahun ini, pemerintah bisa segera mengeksekusi anggaran sebesar Rp 1.000 triliun.

Baca juga: Fintech Akui Sering Alami Eror Saat Pencocokan Data dengan Dukcapil

Dengan demikian, harapannya, momentum pemulihan ekonomi yang terjadi pada kuartal III lalu bisa terjaga pada akhir kuartal tahun 2020 ini.

"Apabila APBN dan APBD dieksekusi sesuai dengan rencana APBN dan APBD-nya, kami berharap angka tersebut lebih dari Rp 1.000 triliun di kuartal IV bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi yang mulai nampak pada kuartal III," ucap Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, pada kuartal IV ini khusus untuk belanja Kementerian/Lembaga (K/L) total belanja yang masih tersisa sebesar Rp 421,2 triliun.

Sementara alokasi anggaran K/L tahun ini mencapai Rp 1.053 triliun. Adapun untuk belanja non K/L untuk kuartal IV masih tersisa Rp 243,7 triliun dari total anggaran yang sebesar Rp 823 triliun.

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Bubarkan 10 Lembaga

Sementara untuk TKDD masih ada sisa anggaran sebesar Rp 133,8 triliun hingga kuartal IV.

"Adapun untuk belanja K/L dan non K/L anggarannya jauh lebih ebsar dari 2019 yang menggambarkan memang tahun ini APBN countercyclical, ekspansi sangat besar dari belanja," kata Sri Mulyani.

ingga akhir tahun, Sri Mulyani memproyeksi dari total anggaran belanja APBN sebesar Rp 2.639,8 triliun akan terserap 96,4 persen.

"Dan kita lihat realisasi sampai dengan November dan Desember adalah sebesar Rp 596 triliun sendiri yang akan tereksekusi pada dua bulan yakni November dan Desember," ujar dia.

Baca juga: Sri Mulyani: Inflasi November Capai Titik Terendah dalam 6 Tahun Terakhir



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Sepekan Turun 0,52 Persen, Kapitalisasi Jadi Rp 7.233 triliun

IHSG Sepekan Turun 0,52 Persen, Kapitalisasi Jadi Rp 7.233 triliun

Whats New
Bamsoet: Akidi Tio Penyumbang Terbanyak di Dunia Setelah Bill Gates

Bamsoet: Akidi Tio Penyumbang Terbanyak di Dunia Setelah Bill Gates

Whats New
Kembangkan Kawasan Bandara Yogyakarta, Angkasa Pura Properti Cari Investor Strategis

Kembangkan Kawasan Bandara Yogyakarta, Angkasa Pura Properti Cari Investor Strategis

Rilis
Stimulus Listrik di Babel Sudah Habiskan Anggaran Rp 31 Miliar

Stimulus Listrik di Babel Sudah Habiskan Anggaran Rp 31 Miliar

Whats New
Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Rilis
Aset Kripto Kompak Melesat, Harga Bitcoin Kembali ke Rp 600 Juta

Aset Kripto Kompak Melesat, Harga Bitcoin Kembali ke Rp 600 Juta

Whats New
Daftar Pekerja yang Mendapat Prioritas Menerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Daftar Pekerja yang Mendapat Prioritas Menerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Whats New
Sederet Fakta Dibalik Polemik Anggaran Laptop Pelajar Kemendikbud

Sederet Fakta Dibalik Polemik Anggaran Laptop Pelajar Kemendikbud

Whats New
Sri Mulyani Bebaskan Pajak Kapal Pesiar dan Yacht Khusus untuk Wisata

Sri Mulyani Bebaskan Pajak Kapal Pesiar dan Yacht Khusus untuk Wisata

Whats New
Efek Sepi Penumpang, 35 Persen Karyawan Lion Air Group Dirumahkan

Efek Sepi Penumpang, 35 Persen Karyawan Lion Air Group Dirumahkan

Whats New
Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Whats New
Viral Cuitan Nasabah Mengaku Kehilangan Uang di BRI, Ternyata Dipakai Suaminya

Viral Cuitan Nasabah Mengaku Kehilangan Uang di BRI, Ternyata Dipakai Suaminya

Whats New
UMKM Batik Ini Tembus Ekspor ke Mancanegara Berkat Program Shopee

UMKM Batik Ini Tembus Ekspor ke Mancanegara Berkat Program Shopee

Smartpreneur
Pengertian Faktor Produksi, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Faktor Produksi, Jenis, dan Contohnya

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Kebiasaan Memberi Tip | Kekalahan Marcus/Kevin | Susur Sungai Musi

[POPULER DI KOMPASIANA] Kebiasaan Memberi Tip | Kekalahan Marcus/Kevin | Susur Sungai Musi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X