UMKM Menjadi "Nyawa" Ekonomi Nasional

Kompas.com - 01/12/2020, 21:18 WIB
Ilustrasi UMKM produksi masker non medis. ShutterstockIlustrasi UMKM produksi masker non medis.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan mengatakan pelaku UMKM merupakan nyawa dan roh bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, dia meminta agar seluruh masyarakat tidak mengecilkan ataupun merendahkan para pelaku UMKM.

"Kita jangan kecilkan dan rendahkan mereka. Jangan anggap sepele pelaku UMKM," ujarnya mengutip siaran resminya, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: 400 UMKM Hadir di BRIlian Preneur Export 2020

Dia menyebutkan, dari total 64 juta pelaku usaha yang ada di Indonesia, 99,99 persen diantaranya adalah UMKM. Dari jumlah itu, 90 persen merupakan pelaku usaha mikro, seperti pedagangan kaki lima, penjual bakso, dan sebagainya.

Rully mengatakan UMKM berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 97 persen.

Untuk itu, alokasi APBN pun akan dilakukan refocussing. Yakni, untuk jaring pengaman sosial, kesehatan, dan pemulihan ekonomi.

"Yang pertama dibidik adalah UMKM. Saat ini, semua menteri fokus dan bicara UMKM. Karena, di masa pandemi ini, yang mampu menggerakkan ekonomi bangsa hanya UMKM," kata Rully.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X