BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan BCA

Aktivasi Digital Perbankan, Solusi Bertransaksi saat WFH

Kompas.com - 02/12/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi menjalani working from home. Odua ImagesIlustrasi menjalani working from home.
|

KOMPAS.com - Masih ingat dengan video bertajuk Children Interrupt BBC News Interview yang sempat viral pada 2017?

Dalam video berdurasi 44 detik tersebut, tampak dua sosok anak kecil menyelonong masuk begitu saja ke ruang kerja sang ayah, Robert E Kelly. Padahal, Robert saat itu tengah melakukan sesi wawancara langsung dengan stasiun televisi (TV) BBC.

Belum lagi saat sang istri, Jung A Kim yang dengan mimik panik masuk dan langsung menarik kedua bocah bernama Marion dan James keluar dari ruangan itu.

Distraksi tersebut sukses membuat Robert terlihat kikuk di depan kamera. Pakar politik ini pun sempat khawatir akan reputasinya.

Namun, kenyataan terjadi sebaliknya. Tak sedikit warganet yang terhibur dengan video tersebut. Karenanya, stasiun TV yang sama kembali mengundang Robert, istri, dan anak-anaknya untuk diwawancarai soal kehidupan selama pandemi.

Soal bekerja dari rumah, Robert mengatakan hal itu cukup sulit untuk dilakukan, terlebih dengan kehadiran anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bagi kami, seperti kalian lihat, ini sangat sulit. Perusahaan yang punya pekerja dengan anak seusia anak kami, ini sangat sulit. Aku bisa mengerjakan pekerjaan dua jam selama sehari bahkan mungkin tiga hari," ungkap Robert.

Distraksi saat bekerja dari rumah

Pengalaman Robert di atas saat ini tengah dirasakan oleh sebagian pekerja di Indonesia. Aturan bekerja dari rumah atau working from home (WFH) resmi diberlakukan menyusul dikeluarkannya status pandemi di Indonesia, yakni pada Maret 2020.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, sistem kerja tersebut tak semudah dan seindah yang dibayangkan saat awal penerapan. Sebagian orang merasa bahwa metode WFH membuat urusan pekerjaan dan urusan domestik rumah seolah tak bersekat. Satu sama lain saling mendistraksi.

Selain yang terjadi pada video Robert di atas, masih ada bentuk gangguan lain yang kerap terjadi di masa WFH. Contohnya, token listrik yang mulai habis, tagihan internet yang sudah dalam tenggat waktu dan mesti dibayar, atau kebutuhan transfer mendesak untuk anggota keluarga.

Sekalipun contoh di atas benar terjadi, hal tersebut tak akan jadi masalah jika kamu tidak sedang sibuk dengan pekerjaan. Kamu punya waktu untuk pergi ke anjungan tunai mandiri (ATM) terdekat untuk melakukan transaksi.

Namun, kalau yang terjadi sebaliknya, kamu tentu perlu solusi untuk memudahkan kebutuhan transaksi di sela-sela WFH, yakni mengandalkan internet banking dan mobile banking.

Jika dikaitkan dengan keamanan menggunakan fasilitas umum di masa pandemi, pemanfaatan kedua teknologi perbankan itu merupakan opsi bijak.

Toh, sebelum adanya pagebluk, internet banking dan mobile banking sudah jamak digunakan sebagai bagian digitalisasi. Bahkan, dua layanan perbankan digital tersebut menjadi sebuah keniscayaan yang cepat atau lambat akan diadopsi oleh semua orang.

Internet banking dan mobile banking menawarkan kemudahan transaksi keuangan layaknya saat melakukan transaksi lewat ATM atau teller bank, seperti transfer uang, membayar tagihan, pembelian (pembelanjaan) online, dan sebagainya.

Hampir semua bank populer di Indonesia punya dua fasilitas tersebut. Salah satunya, Bank Central Asia (BCA) dengan Klik BCA Individual sebagai produk internet banking dan BCA mobile yang menjadi produk mobile banking.

Dengan Klik BCA, memperoleh layanan perbankan menjadi begitu mudah karena bisa diakses melalui internet di komputer. Semua transaksi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Selain praktis, fitur itu juga aman karena dilengkapi oleh KeyBCA yang merupakan password sekali pakai.

Bak punya ATM pribadi, kamu bisa melakukan aneka transaksi melalui Klik BCA –kecuali tarik tunai–, mulai dari pembelian, pembayaran, cek mutasi transaksi (e-statement) hingga 2016, dan transfer uang domestik sampai dengan nominal maksimal Rp 100 juta.

BCA mobile pun memiliki fitur yang tak jauh berbeda dengan Klik BCA. Bahkan, penggunaannya jauh lebih praktis dan #dibikinsimpel karena segala layanan perbankan bisa kamu akses dari smartphone.

Sebut saja cek saldo dan mutasi rekening yang bisa ditemukan pada fitur m-Info, transfer uang ke rekening atau virtual account lewat fitur m-Transfer, dan bayar berbagai tagihan melalui m-Payment.

Kemudian, beli pulsa atau token listrik lewat layanan m-Commerce, setor atau tarik uang tanpa kartu di anjungan tunai mandiri (ATM) dengan fitur Cardless, dan beragam fitur menarik seperti Bagibagi, QRIS, dan pembukaan rekening baru. Semua bisa #dibikinsimpel.

Akan tetapi, semua kemudahan akses perbankan itu baru bisa kamu nikmati setelah kamu melakukan aktivasi finansial Klik BCA dan BCA mobile terlebih dahulu.

Adapun pengaktifan kedua layanan itu bisa dengan menghubungi layanan Halo BCA di 1500888. Ikuti semua proses dan instruksi yang diminta oleh petugas Halo BCA. Persiapkan berbagai dokumen penting, seperti foto Kartu Tanda Penduduk (KTP), foto diri dengan KTP, dan surat permohonan pengajuan aktivasi finansial m-BCA yang sudah kamu tandatangani.

Informasi selengkapnya, silakan kunjungi laman ini untuk aktivasi Klik BCA dan laman ini untuk mengaktifkan BCA mobile.

Sebagai informasi, layanan aktivasi melalui Halo BCA tersebut berlaku hingga tanggal 31 Maret 2021 dan dapat berubah atau diperpanjang sewaktu-waktu.

Mengingat belum ada tanda-tanda pandemi akan berakhir, WFH kemungkinan masih terus diberlakukan di beberapa perusahaan. Karenanya, setelah berhasil mengatasi distraksi di atas, beradaptasi adalah cara bijak yang bisa dilakukan.

Agar lebih nyaman selama menjalankan WFH, kamu bisa memulainya dari menata ruang kerja. Jika dirasa menjenuhkan, tak ada salahnya mengubah tata letak meja dan kursi, atau mengganti ornamen hiasan yang ada.

Bagi yang belum memiliki perlengkapan home office, maka sudah saatnya kamu mempertimbangkan hal tersebut.

Memang, kamu bisa saja memanfaatkan ruang tamu atau ruang makan sebagai area kerja. Namun, perlu diingat, perabotan dan suasana kedua area itu tidak diperuntukkan untuk bekerja. Apalagi, penggunaan meja dan kursi yang tidak sesuai berisiko menimbulkan nyeri pada punggung.

Kemudian, tanamkan juga kesadaran dalam berpakaian. Tetap menjaga penampilan meski berada di rumah seharian akan memberikan mood positif bagi diri sendiri. Dengan begitu, bekerja bisa lebih produktif.

Selain itu, jangan lupa tetapkan batasan waktu antara bekerja dan istirahat. Saat beristirahat, ada baiknya kamu memilih tidur barang sebentar.

Diberitakan Kompas.com, Rabu (29/4/2019), tak hanya mengurangi rasa kantuk, tidur siang dengan durasi tersebut juga mampu meningkatkan fungsi kognitif, kinerja psikomotorik, memori jangka pendek, dan suasana hati.

Sesekali sempatkan diri keluar rumah untuk sekadar menghirup udara segar atau jalan-jalan di sekitar area tempat tinggal. Dengan catatan, tetap gunakan masker pelindung dan patuhi protokol kesehatan.

Jangan lupa untuk tetap terhubung dengan teman dan kerabat. Kamu bisa lakukan itu lewat panggilan suara, chat, maupun video call. Ini mengingat interaksi langsung selama pandemi banyak berkurang, bahkan berhenti sama sekali.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.