Ekonomi Australia Membaik, Tumbuh 3,3 Persen di Kuartal III-2020

Kompas.com - 02/12/2020, 14:05 WIB
Untuk memulihkan bisnis di Victoria, Pemerintah setempat membagikan voucher senilai Rp 2 juta. ABC NEWS/SIMON TUCCI via ABC INDONESIAUntuk memulihkan bisnis di Victoria, Pemerintah setempat membagikan voucher senilai Rp 2 juta.

SYDNEY, KOMPAS.com - Perekonomian Australia kembali tumbuh positif pada kuartal III-2020.

Dilansir dari Reuters, Selasa (2/12/2020) perekonomian Australia tercatat tumbuh 3,3 persen (quarter to quarter/qtoq), sementara bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekonomi Australia masih terkoreksi 3,8 persen.

Dengan demikian, Australia masuk ke dalam jurang resesi untuk pertama kalinya pada paruh pertama tahun ini.

Baca juga: RI Dapat Utang dari Australia Rp 15 Triliun untuk Tangani Pandemi Covid-19

Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe mengatakan kinerja perekonomian pada kuartal III cuku baik, namun dirinya memperingatkan pemulihan ekonomi cenderung tidak mudah dan tidak pasti.

"Masih ada ketidakpastian yang cukup tinggi terkait outlook," ujar Lowe.

"Kami siap untuk melakukan lebih, itu diperlukan. Meski demikian, kami masih memandang kebijakan moneter dengan suku bunga negatif di Australia belum mungkin dilakukan," jelas dia.

Dijelaskannya, dorongan pertumbuhan berasal dari lonjakan konsumsi masyarakat. Pada kuartal sebelumnya, perekonomian Australia mengalami kontraksi sebesar 7 persen secara kuartalan.

Pertumbuhan ekonomi dinilai terjadi lantaran pemerintah setempat telah berhasil mengendalikan persebaran kasus Covid-19.

Baca juga: Orang Terkaya Australia Teken Kesepakatan dengan Pemerintah RI

Dorongan terhadap pertumbuhan terutama dipicu oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 7,9 persen yang didukung oleh stimulus fiskal dan moneter yang digelontorkan sejak Maret lalu.

Lowe lebih lanjut mengatakan, pertumbuhan akan tetap solid pada akhir tahun didukukng dengan kian terkendalinya persebaran Covid-19.

Meski demikian, tingkat pengangguran di Australia masih cukup tinggi, yakni sebesar 7 persen, bila dibandingkan dengan masa sebelum pandemi yang sebesar 5 persen.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X