Kepada Investor, Luhut "Jualan" Kondisi Ekonomi RI, Omnibus Law, hingga Energi Baru Terbarukan

Kompas.com - 02/12/2020, 15:34 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan CEO IDFC Adam Boehler di Kantornya, Jakarta, Jumat (23/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan CEO IDFC Adam Boehler di Kantornya, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak para investor yang mengikuti secara virtual perhelatan Konvensi Internasional Hulu Minyak dan Gas Indonesia 2020, agar mempertimbangkan berinvestasi di Indonesia.

Ajakan Luhut untuk berinvestasi tersebut, dilatarbelakangi optimisme perekonomian Indonesia pada tahun 2021 akan kembali bangkit.

"Saya menawarkan Anda untuk mempertimbangkan Indonesia sebagai tujuan investasi Anda. Indonesia adalah ekonomi terbesar di ASEAN dengan 273 juta orang dan PDB lebih dari 1 triliun dollar AS. Saya optimis mulai tahun depan perekonomian Indonesia akan tumbuh positif," kata dia, Rabu (2/11/2020).

Baca juga: Luhut: Pak Ganjar Pranowo, Tolong Segera Perbanyak Fasilitas Isolasi Mandiri Terpusat

Luhut juga memaparkan terkait Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang akan memudahkan para investor berinvestasi di Indonesia. Lantaran, regulasinya telah disederhanakan.

"Baru-baru ini, pemerintah dan DPR mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja. Undang-undang ini sangat bersejarah dan terobosan penting dalam menjadikan Indonesia tujuan investasi yang diinginkan," ujarnya.

"Melalui undang-undang tersebut, pemerintah menyederhanakan dan menyelaraskan 8.451 peraturan nasional dan 15.955 peraturan daerah yang membebani UKM dan perusahaan besar. Kami juga memodernisasi regulasi yang tidak lagi sejalan dengan persaingan global saat ini," tambah Luhut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, Luhut juga menawarkan sektor energi kepada para investor. Terutama di sektor energi baru terbarukan yang menurut Luhut merupakan investasi menarik.

"Indonesia juga sedang fokus pada beberapa investasi yang diprioritaskan untuk masa depan. Ada perubahan dalam struktur energi global. Sejak tahun 1975 proporsi batu bara dan minyak bumi terus mengalami penurunan dan diperkirakan energi terbarukan akan memainkan peran utama ke depan. Bahkan sebelum Covid-19, harga minyak telah menurun karena kemajuan teknologi dalam produksi minyak serpih," ujarnya.

Baca juga: Luhut: Insya Allah Pasokan Vaksin Covid-19 Siap Desember

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.