Jokowi Sebut Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi Kian Jelas

Kompas.com - 03/12/2020, 12:34 WIB
Presiden Joko Widodo bersiap menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/HO/KEMENLUPresiden Joko Widodo bersiap menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut sinyal positif pemulihan ekonomi yang terpukul pandemi Covid-19 kian nampak jelas.

Menurut Jokowi, hal itu merupakan hasil dari kerja keras pemerintah dalam sembilan bulan terakhir menangani dampak pandemi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah telah menjaga keseimbangan antara rem dan gas untuk menekan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia serta mengurangi dampak agar perekonomian Indonesia tidak terperosok terlampau jauh.

"Sinyal positif perekonomian juga sudah jelas, semakin jelas kerja keras kita mulai menampakkan hasil," jelas Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Chatib Basri Sebut Pemulihan Ekonomi Masih Perlu Didorong BLT

Jokowi juga mengungkapkan, Indonesia telah melewati masa titik terendah dari krisis akibat Covid-19. Indonesia telah berada pada titik balik untuk kembali membaik dengan tren yang positif.

Hal itu didukung oleh kasus kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 yang meski masih menunjukkan kontraksi, namun lebih baik dibanding kuartal sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kuartal III, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar minus 3,49 persen, sementara pada kuartal II kontraksi terjadi cukup dalam, yakni sebesar 5,32 persen.

"Artinya telah melewati titik terendahnya, titik balik menuju membaik. Trennya positif membaik dan dengan momentum ini saya yakin kita akan bergerak lagi ke arah positif pada kuartal IV dan seterusnya," ujar dia.

Dia pun menambahkan, perbaikan pemulihan juga terlihat dari sisi surplus neraca perdagangan yang mencapai 8 miliar dollar AS pada kuartal III-2020. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga membaik serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang menguat.

"IHSG di 5.522 dan kurs rupiah terhadap dollar AS Rp 14.050 pada 17 November 2020. Perbaikan kinerja IHSG terdorong peningkatan indeks saham sektoral. Sektor industri dasar mengalami pemulihan indeks saham terbesar sejak penurunan tajam di 24 Maret 2020 lalu," ujar Jokowi.

Baca juga: Gubernur BI: 9 Bulan Melawan Covid-19, Alhamdulillah Masa Kritis Telah Berlalu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.