Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Sebut Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi Kian Jelas

Kompas.com - 03/12/2020, 12:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut sinyal positif pemulihan ekonomi yang terpukul pandemi Covid-19 kian nampak jelas.

Menurut Jokowi, hal itu merupakan hasil dari kerja keras pemerintah dalam sembilan bulan terakhir menangani dampak pandemi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah telah menjaga keseimbangan antara rem dan gas untuk menekan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia serta mengurangi dampak agar perekonomian Indonesia tidak terperosok terlampau jauh.

"Sinyal positif perekonomian juga sudah jelas, semakin jelas kerja keras kita mulai menampakkan hasil," jelas Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Chatib Basri Sebut Pemulihan Ekonomi Masih Perlu Didorong BLT

Jokowi juga mengungkapkan, Indonesia telah melewati masa titik terendah dari krisis akibat Covid-19. Indonesia telah berada pada titik balik untuk kembali membaik dengan tren yang positif.

Hal itu didukung oleh kasus kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 yang meski masih menunjukkan kontraksi, namun lebih baik dibanding kuartal sebelumnya.

Pada kuartal III, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar minus 3,49 persen, sementara pada kuartal II kontraksi terjadi cukup dalam, yakni sebesar 5,32 persen.

"Artinya telah melewati titik terendahnya, titik balik menuju membaik. Trennya positif membaik dan dengan momentum ini saya yakin kita akan bergerak lagi ke arah positif pada kuartal IV dan seterusnya," ujar dia.

Dia pun menambahkan, perbaikan pemulihan juga terlihat dari sisi surplus neraca perdagangan yang mencapai 8 miliar dollar AS pada kuartal III-2020. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga membaik serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang menguat.

"IHSG di 5.522 dan kurs rupiah terhadap dollar AS Rp 14.050 pada 17 November 2020. Perbaikan kinerja IHSG terdorong peningkatan indeks saham sektoral. Sektor industri dasar mengalami pemulihan indeks saham terbesar sejak penurunan tajam di 24 Maret 2020 lalu," ujar Jokowi.

Baca juga: Gubernur BI: 9 Bulan Melawan Covid-19, Alhamdulillah Masa Kritis Telah Berlalu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saham Sektor Teknologi Catatkan Kenaikan Paling Tinggi Awal 2023, Ini Katalisnya

Saham Sektor Teknologi Catatkan Kenaikan Paling Tinggi Awal 2023, Ini Katalisnya

Whats New
Soal Jalan Berbayar, Bos Bluebird: Kalau Bisa Taksi Digratiskan

Soal Jalan Berbayar, Bos Bluebird: Kalau Bisa Taksi Digratiskan

Whats New
8 Penyakit Kritis yang Biaya Rawat Inapnya Ditanggung Asuransi

8 Penyakit Kritis yang Biaya Rawat Inapnya Ditanggung Asuransi

Whats New
Airlangga Sebut RI Tak Akan Setop Ekspor Sawit ke Eropa

Airlangga Sebut RI Tak Akan Setop Ekspor Sawit ke Eropa

Whats New
Kurangi Konsumsi Listrik, Perusahaan Wajib Bangun Infrastruktur Green Data Center

Kurangi Konsumsi Listrik, Perusahaan Wajib Bangun Infrastruktur Green Data Center

Rilis
Strategi Anak Usaha ABM Investama Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

Strategi Anak Usaha ABM Investama Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

Rilis
Larang Minyakita Dijual Online, Kemendag Turunkan 6.678 Tautan Toko 'Online'

Larang Minyakita Dijual Online, Kemendag Turunkan 6.678 Tautan Toko "Online"

Whats New
Program Kartu Prakerja Gelombang 48 Belum Dimulai, PMO: Baru Sekadar Daftar Akun

Program Kartu Prakerja Gelombang 48 Belum Dimulai, PMO: Baru Sekadar Daftar Akun

Whats New
Januari 2023, Penjualan Eceran Diprediksi Tumbuh 1,7 Persen secara Tahunan

Januari 2023, Penjualan Eceran Diprediksi Tumbuh 1,7 Persen secara Tahunan

Whats New
Dukung Promosi UMKM, GoSend Sediakan Wadah Komunitas Best Seller GoSend

Dukung Promosi UMKM, GoSend Sediakan Wadah Komunitas Best Seller GoSend

Whats New
Pesawat Susi Air Dibakar di Nduga, INACA Minta Keamanan Penerbangan Ditingkatkan

Pesawat Susi Air Dibakar di Nduga, INACA Minta Keamanan Penerbangan Ditingkatkan

Whats New
Kartu Prakerja Diperkenalkan Lagi di Forum PBB, Disebut Berdampak Positif untuk Kesejahteraan

Kartu Prakerja Diperkenalkan Lagi di Forum PBB, Disebut Berdampak Positif untuk Kesejahteraan

Whats New
Kementan Fokus Tuntaskan Arahan Presiden Tanam 1 Juta Batang Kelapa Sesuai Target

Kementan Fokus Tuntaskan Arahan Presiden Tanam 1 Juta Batang Kelapa Sesuai Target

Smartpreneur
Indonesia dan Malaysia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

Indonesia dan Malaysia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

Whats New
IHSG Februari Diprediksi Bisa Sentuh Level 7.000

IHSG Februari Diprediksi Bisa Sentuh Level 7.000

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+