Hingga November 2020, Manulife Indonesia Bayar Klaim Nasabah Rp 54,5 Miliar

Kompas.com - 03/12/2020, 15:41 WIB
Manulife Indonesia Dokumentasi Manulife IndonesiaManulife Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia ( Manulife Indonesia) mencatatkan hingga 9 November 2020, Manulife telah melakukan pembayaran klaim sebesar Rp 54,5 miliar.

Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan, jumlah tersebut termasuk manfaat rawat inap dan perlindungan jiwa. Sedangkan, klaim keseluruhan Manulife Indonesia (konsolidasi) per Oktober 2020 year to date tercatat sebesar Rp 4 triliun.

“Pembayaran klaim dilakukan Manulife Indonesia setelah nasabah memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan,” ujarnya mengutip siaran persnya, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Kuartal III-2020, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Merosot 25,1 Persen

Tak hanya itu, Ryan menyebutkan, pihaknya juga ikut berpatisipasi membantu pemerintah dalam meminimalkan dampak penyebaran Covid-19 dengan memberikan donasi lebih dari Rp 4 miliar yang diberikan kepada sekitar 200 pusat pelayanan kesehatan di Indonesia.

Sementara itu untuk tetap menjaga para nasabahnya, Manulife Indonesia akan terus memberikan berbagai solusi perencanaan keuangan terkait dengan biaya kesehatan dan proteksi keuangan keluarga,mengingat pandemi Covid-19 masih akan mewarnai perjalanan pada tahun depan.

Tak hanya kesehatan dan proteksi keuangan, pelaku industri asuransi jiwa, juga dituntut untuk menjaga keselamatan masyarakat. Menyikapi hal itu, Manulife Indonesia menerapkan layanan non face to face.

Di tengah pandemi Covid-19 ini pun, para tenaga pemasar Manulife Indonesia, tetap berupaya memberikan layanan terkait advis finansial meskipun tanpa bertatap muka.

Untuk itu, para tenaga pemasar telah dibekali dengan pelatihan yang mumpuni dan profesional agar tetap optimal membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, industri asuransi juga dituntut harus bisa memaksimalkan potensi besar di sektor digital. Apalagi, penetrasi asuransi saat ini relatif masih kecil, tidak pernah di atas 3 persen dengan total potensi 270 juta jiwa. Jika saja 20 persen masyarakat sadar asuransi, maka industri ini akan meningkat secara signifikan.

Terkait hal itu, OJK telah memberikan persetujuan kepada 9 perusahaan asuransi untuk memasarkan produknya secara digital, termasuk Manulife Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memudahkan nasabah mendapatkan pelayanan Manulife Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Ryan mengatakan, Manulife menyambut baik upaya pemerintah menggarap sektor digital sebagai platform bisnis di masa mendatang. Pihaknya pun saat ini sudah menerapkan pelayanan berbasis digital kepada para nasabahnya, termasuk pengajuan klaim secara online dan polis elektronik.

Baca juga: Jiwasraya Akan Hentikan Produk Asuransi yang Janjikan Bunga Tinggi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X