Kompas.com - 03/12/2020, 16:36 WIB
Ilustrasi fraud Thinkstockphotos.comIlustrasi fraud

JAKARTA, KOMPAS.com - Tindak kecurangan atau fraud dan penyelewengan aset selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan signifikan.

Hasil survei yang dilakukan RSM Indonesia menyatakan, ancaman terjadinya fraud kian lebar terjadi melalui serangan siber seiring dengan intensifnya menggunakan teknologi informasi saat Work From Home.

Head of Consulting RSM Indonesia Angela Simatupang mengatakan, survei tersebut dilakukan terhadap 18 sektor industri yang berasal dari pemerintah, perbankan, komersial, hingga jasa profesional.

“Berdasarkan hasil survei terhadap ancaman organisasi selama pandemi Covid-19, 80 persen instead of responden menyatakan bahwa penipuan (fraud) selama pandemi meningkat secara drastis, 35 persen menegaskan bahwa penyelewengan aset telah terjadi di organisasi mereka selama pandemi, dan 56 persen menyatakan pendapatan organisasi mereka paling terpengaruh oleh pandemi ini,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: OJK: BPR Pasti Isunya Fraud, Jadi Jangan Heran Kalau Kita Tutup

Lebih lanjut Angela menjelaskan, praktik fraud ini diakui oleh 36 persen responden mengakibatkan kerugian finansial dan 30 persen responden lainnya menyoroti risiko reputasi.

Selain itu, 25 persen responden percaya fraud membuat operasional perusahaan terganggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, sebanyak 46 persen responden menyatakan bahwa manajemen level menengah institusi mereka rentan dengan praktik fraud.

Menurut Angela, praktik fraud dapat dikontrol secara efektif melalui empat cara, yakni pertama kontrol lingkungan berupa menguji seberapa kuat nilai-nilai integritas dan etika menjadi fundamental perusahaan.

Kedua, melakukan penilaian risiko fraud, termasuk skema-skema fraud teraktual yang dihadapi perusahaan.

Ketiga, merancang dan mengimplementasikan aktivitas anti-kontrol fraud, mulai dari kebijakan dan prosedur.

Keempat, membagikan informasi dan komunikasi.

"Kelima, melakukan pengawasan aktivitas termasuk siapa yang bertanggungjawab menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan seseorang," ucapnya.

Baca juga: Gara-gara Kasus Fraud, Uang Winda Earl Tak Masuk Ranah Penjaminan LPS



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.