BCA Dorong Metode Pembelajaran Virtual yang Kreatif di Indonesia Timur

Kompas.com - 03/12/2020, 21:31 WIB
Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja memberikan keterangan pers kepada awak media, di Menara BCA, Jakarta, Selasa (3/12/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIDirektur Utama BCA Jahja Setiaatmadja memberikan keterangan pers kepada awak media, di Menara BCA, Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dukung kemajuan pendidikan di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk ( BCA) mengajak para pendidik untuk menghadirkan pola belajar mengajar yang kreatif dan menarik.

Ini dilakukan mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai memaksa implementasi belajar online tanpa interaksi fisik langsung terus berjalan.

Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya memberi dukungan penuh tersebut sebagai langkah tanggap terhadap tantangan yang dihadapi para pendidik di Indonesia Timur. Apalagi saat pandemi, para guru harus menyelenggarakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui kelas online.

Data UNESCO mencatat lebih dari 90 persen atau di atas 1,3 miliar populasi siswa global harus menjalani pembelajaran online akibat pandemi. Jutaan pendidik dituntut untuk menerapkan metode PJJ.

Baca juga: Minta UMKM Percepat Adopsi Digital, Menteri Teten: Jangan Sampai Pasar Kita Diambil Luar

Guru dipaksa beradaptasi dengan cepat, beralih menggunakan teknologi, mengubah metode belajar, agar para siswa bisa belajar dengan baik, tanpa harus mengurangi kualitas pendidikan.

"Melalui Bakti BCA, kami mendukung pemerintah khususnya Kemendikbud RI memastikan, para guru terutama di Indonesia Timur tidak sendirian dalam menjalani tugas mulia dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa," kata Jahja dalam virtual konferensi, Kamis (3/12/2020).

Dihadiri sekitar 5.000 tenaga pendidik dari sekitar 800 sekolah di Wilayah Indonesia Timur, para pendidik mendapatkan arahan mengenai transformasi pendidikan oleh narasumber dari tokoh inspiratif pendidikan Indonesia, yaitu Yohanes Surya dan Dr. Luciana.

Jahja mengatakan, BCA terus mendukung program pemerintah yang mendorong metode Pembelajaran Jarak Jauh yang kreatif, adaptif, dan menarik.

Baca juga: Positif Covid-19, Menaker: Mohon Doa Semoga Segera Pulih

Ia berharap para pendidik bisa terinspirasi dan mengasah pengalaman mereka untuk menghadirkan proses belajar yang berkualitas dan yang dapat ditangkap dengan mudah oleh para siswa, kendati hanya melalui daring.

Inge Setiawati selaku Executive Vice President CSR BCA mengatakan, peran guru yang mampu beradaptasi dan bertransformasi dalam mengemban kewajibannya sebagai tenaga pendidik di tengah pandemi.

"Bentuk pembelajaran yang adaptif dilakukan untuk menghidupkan kembali semangat siswa dalam menimba ilmu meskipun tidak dapat bertatap muka secara langsung. Webinar hari ini dapat menjadi inspirasi dalam menemukan metode pembelajaran yang positive dan sesuai kebutuhan,’’ kata Inge.

Inge berharap pada masa pandemi Covid -19 ini, semua tenaga pendidik yang ada di Indonesia tetap bersemangat dalam menyebarkan ilmu kepada peserta didik.

Baca juga: Kasus Fraud Meningkat Selama WFH, Cegah dengan 5 Hal ini



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X