Dampak Pandemi, Ekonom: Aktivitas Bisnis UMKM Semakin Membaik

Kompas.com - 04/12/2020, 13:14 WIB
Sejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020). KOMPAS/PRIYOMBODOSejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi tersulit yang dialami Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia selama pandemi Covid-19 dinilai sudah berakhir.

Hal ini membuat pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2020 dilihat semakin positif, lantaran UMKM menjadi ujung tombak perekonomian nasional.

Ekonom Senior BRI, Anton Hendranata mengatakan, kondisi sulit yang sudah berakhir ini tak lepas dari beragam stimulus Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mulai dari restrukturisasi kredit, subsidi bunga, dan pinjaman baru melalui perbankan.

“Sejumlah indikator menunjukkan aktivitas bisnis UMKM selama Kuartal III 2020 semakin membaik dibandingkan Kuartal II 2020, meskipun masih relatif rendah dibandingkan sebelum pandemi,” kata Anton dalam siaran pers, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Minta UMKM Percepat Adopsi Digital, Menteri Teten: Jangan Sampai Pasar Kita Diambil Luar

Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM Tahun 2020 (BRI MICRO & SME INDEX/BMSI) per November 2020, sebanyak 61,1 persen respondens menilai dampak stimulus restrukturisasi dan subsidi bunga terhadap kinerja usaha debitur sudah memadai.

Setelah bisa bertahan, sebagian UMKM mulai menunjukkan perbaikan kinerja keuangan.

Padahal selama pandemi, pelaku UMKM terdampak signifikan. Sebanyak 84,7 persen UMKM di Indonesia merasakan dampak negatif dari pandemi Covid-19 dan sebanyak 13 persem netral.

"Hanya 2,3 persen masih positif. Pandemi menyebabkan pendapatan UMKM anjlok rata-rata 53 persen," sebut Anton.

Sebagai informasi, OJK sudah merestrukturisasi kredit mencapai Rp 932,4 triliun untuk 7,53 juta debitur perbankan hingga 26 Oktober 2020. Sebanyak Rp 369,8 triliun untuk 5,84 juta debitur berasal dari pelaku UMKM.

Dana asuransi untuk UMKM

Sementara itu Ekonom UI Eugenia Mardanugraha berpendapat, pemerintah perlu membantu UMKM memiliki rencana bisnis yang memasukkan aspek bencana, seperti pandemi Covid-19.

Untuk itu selain restrukturisasi dan subsidi bunga, dana asuransi bagi UMKM sudah saatnya di bahas oleh pemerintah.

Dia bilang, bantuan perencanaan bisnis, sangat dibutuhkan, mengingat pendanaan bagi UMKM relatif banyak dan bervariasi, mulai dari Pemerintah, perbankan, dana tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) perusahaan, hingga hibah dari luar negeri.

"Namun, karena perencanaan bisnis umumnya masih buruk, dana tersebut banyak yang habis untuk dikonsumsi rumah tangga pemilik UMKM,” ujar Eugenia.

Baca juga: Bagaimana Cara Mendaftarkan Hak Merek untuk UMKM?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X