Faisal Basri Sebut Menteri yang Bertugas Tangani Covid-19 Sibuk Urusi Investasi

Kompas.com - 04/12/2020, 14:34 WIB
Ekonom Senior Indef, Faisal Basri usai ditemui di Kongkow Bisnis Pas FM, Jakarta, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIEkonom Senior Indef, Faisal Basri usai ditemui di Kongkow Bisnis Pas FM, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior Institute Development of Economic and Finance (Indef) Faisal Basri menyindir para menteri yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menangani pengendalian penyebaran Covid-19, malah lebih mementingkan investasi.

"Pak Presiden, para menteri yang bertanggung jawab dalam penanganan Covid-19 lebih sibuk urusi investasi. Mereka sering ke luar negeri berhari-hari. Kalau mengurusi pengadaan, mereka memang sangat jempolan," kata dia dalam akun Twitternya @FaisalBasri, Jumat (4/12/2020).

Faisal pun meminta kepada Presiden Jokowi untuk fokus menangani wabah virus corona (Covid-19) dengan cara membentuk tim khusus.

Baca juga: Luhut dan Erick Bujuk Jepang untuk Suntik Dana di Lembaga Pengelola Investasi RI

Tim khusus tersebut yang benar-benar fokus menangani tanpa harus menjalani kerja sambilan. Pasalnya, dia sempat menyinggung para menteri yang menangani pandemi justru mengemban banyak tugas lainnya.

"Pak Presiden, tolong segera selamatkan Indonesia. Jangan berharap para menteri menangani Covid-19 karena tugas mereka sudah sangat banyak. Ini bukan kerja sambilan. Bentuk tim purnawaktu yang profesional dan ahlinya," ujarnya.

Sebagai informasi, Indonesia mencatatkan rekor penambahan kasus harian tertinggi pada Kamis (4/12/2020), yaitu sebanyak 8.369 kasus Covid-19 setelah lebih dari sembilan bulan pandemi.

Maka, hingga kemarin, total ada 557.877 kasus Covid-19 di Tanah Air. Satgas Penanganan Covid-19 pun sudah menunjukkan respons negatif yang berulang dalam pekan ini.

Menurut data pemerintah yang bersumber dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) data itu berasal dari 34 provinsi. Data yang sama juga mengungkap adanya tiga provinsi dengan penambahan kasus baru di atas 1.000.

Ketiganya adalah Papua (1.755 kasus baru), Jawa Barat (1.648 kasus baru), dan DKI Jakarta (1.153 kasus baru). Pada Kamis, untuk pertama kalinya Papua menjadi provinsi dengan jumlah penambahan kasus Covid-19 yang tertinggi dari 34 provinsi.

Baca juga: Luhut ke Jepang Bahas SWF, Mentan Jadi Menteri KP Ad Interim hingga 10 Desember



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X