14 UKM Ini Dapat Fasilitas Pembiayaan Rp 167 Miliar

Kompas.com - 04/12/2020, 15:41 WIB
Ilustrasi UMKM shutterstock.comIlustrasi UMKM

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 14 pelaku usaha kecil menengah ( UKM) berorientasi ekspor mendapatkan fasilitas pembiayaan dengan nilai mencapai Rp 167 miliar.

Dana itu berasal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang khusus disediakan untuk mendukung para eksportir menghadapi masa sulit akibat pandemi Covid-19.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pendanaan memang menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk mendukung UKM agar semakin gencar melakukan ekspor, terutama di tengah pandemi saat ini.

“Pembiayaan ekspor ini diharapkan dapat membantu ‘UKM naik kelas’ untuk tetap menggerakkan roda usahanya. Sehingga, mampu berkontribusi dalam peningkatan ekspor nonmigas dan ikut memperbaiki neraca perdagangan dan ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Kemenkop UKM Bilang Munculnya Kasus Gagal Bayar Koperasi akibat Pandemi

Adapun komoditas ekspor dari para pelaku UKM yang menerima pembiayaan tersebut, antara lain bidang hasil laut seperti ikan dan udang, produk kayu dan mebel, hingga alas kaki.

Menurut Agus, pemberian pembiayaan ekspor ini menjadi salah satu wujud sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, termasuk perbankan dan LPEI dalam memberikan kemudahan dukungan pembiayaan untuk ekspor.

Selain itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga bekerja sama secara khusus dengan BRI dalam memberikan jasa layanan perbankan kepada pelaku usaha yang sudah rutin mengekspor maupun calon eksportir.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan dan Direktur Bisnis Kecil Ritel dan Menengah BRI Priyastomo.

Kerja sama antar keduanya memiliki dua ruang lingkup, yaitu penyediaan dan pemanfaatan fasilitas jasa layanan perbankan bagi pelaku UKM di sektor perdagangan, serta pertukaran data dan informasi ini mengenai UKM di sektor perdagangan.

Kerja sama ini berlaku untuk dua tahun ke depan hingga 2 Desember 2022.

Menurut Kasan, kerja sama Kemendag dan BRI ini menjadi upaya untuk membuat terobosan dalam merespons dampak masif pandemi Covid-19. Ia berharap, sinergi keduanya dapat semakin mendorong peran UKM dalam meningkatkan ekspor nasional.

"Kemendag berupaya memfasilitasi pelaku usaha dengan stimulus fiskal maupun nonfiskal bagi pelaku usaha yang dapat mendorong ekspor nasional berdaya saing,” kata Kasan.

Baca juga: Kemenkop UKM Tengah Usulkan Perpanjangan Program BLT UMKM Rp 2,4 Juta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X