Harga Emas Akhirnya Turun Setelah 3 Hari Berturut-turut Naik

Kompas.com - 05/12/2020, 09:08 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

CHICAGO, KOMPAS.com - Harga emas turun pada akhir perdagangan Jumat (4/12/2020) waktu setempat, (Sabtu pagi WIB).

Penurunan harga logam mulia ini seiring aksi ambil untung investor setelah kenaikan tiga hari berturut-turut.  Namun, harapan stimulus baru AS mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi dan mempertahankan kenaikan mingguan pertamanya dalam empat pekan terakhir.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, menyusut 1,10 dollar AS atau 0,06 persen menjadi ditutup pada 1.840,00 dollar AS per ounce. Emas membukukan keuntungan mingguan lebih dari tiga persen.

Baca juga: Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Sebelumnya harga emas berjangka naik dalam 3 hari berturut-turut. Pada Selasa (1/12/2020), emas melonjak 38 dolar AS atau 2,13 persen menjadi 1.818,90 dollar AS. Kemudian Rabu menguat 11,3 dollar AS atau 0,62 persen menjadi 1.830,20 dolar AS. Kamis kembali naik 10,9 dollar AS menjadi 1.841,10 dollar AS.

"Setelah kenaikan tiga hari yang luar biasa, emas mengalami aksi ambil untung menjelang level teknis utama di 1.850 dollar AS, dianggap sebagai rintangan yang signifikan karena sangat tangguh sebagai dukungan selama dua bulan terakhir," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO, Tai Wong.

"Reaksi emas terhadap laporan penggajian AS yang sangat lemah - direspons aksi jual alih-alih reli - menunjukkan para pemburu harga murah mungkin puas untuk saat ini," tambah dia.

Dia menyebutkan, mungkin ada beberapa "program penjualan" moderat yang stabil melalui exchange traded funds(ETF).

Data pada Jumat menunjukkan ekonomi AS menambahkan pekerja paling sedikit dalam enam bulan pada November, memperkuat ekspektasi akan lebih banyak stimulus fiskal yang mengangkat indeks-indeks utama Wall Street ke level tertinggi sepanjang masa.

RUU bantuan Virus Corona bipartisan senilai 908 miliar dollar AS menarik dukungan di Kongres AS pada Kamis (3/12/2020).

Emas yang tidak memberikan imbal hasil dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang kemungkinan besar disebabkan oleh stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Di luar koreksi jangka pendek, dolar yang lebih lemah, suku bunga riil negatif, kekhawatiran seputar inflasi dan ekspektasi stimulus fiskal lebih lanjut di tengah kebijakan moneter yang akomodatif kemungkinan akan menjaga harga emas cenderung naik," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper.

Sementara itu dollar AS menuju minggu terburuk sejak awal November, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 11,6 sen atau 0,48 persen menjadi ditutup pada 24,253 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 34,2 dollar AS atau 3,29 persen menjadi menetap di 1.072,8 dollar AS per ounce.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp 4.000



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X