Daur Ulang Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Kelompok Masyarakat ini Raup Omzet Rp 2 Juta per Hari

Kompas.com - 07/12/2020, 12:54 WIB
Ilustrasi minyak jelantah DOK. RW 05 JatinegaraIlustrasi minyak jelantah

JAKARTA, KOMPAS.com - Fatty acid methyl ester (FAME) atau yang lazim dikenal sebagai biodiesel, belakangan ini tengah ramai digunakan sebagai alternatif bahan bakar energi fosil.

Kelapa sawit menjadi komoditas utama yang digunakan banyak pihak untuk memproduksi biodiesel.

Ternyata bukan hanya kelapa sawit, biodiesel juga bisa dihasilkan dari minyak hewani, minyak nabati, bahkan minyak goreng bekas.

Baca juga: Pemerintah Berikan 5 Paket Insentif untuk Genjot Produksi 1 Juta Barrel Minyak Per Hari

Menilik potensinya, produk turunan minyak sawit yaitu minyak goreng sawit bekas atau yang lebih dikenal dengan minyak jelantah pun menjadi salah satu opsi bisnis menjanjikan di masa depan.

Sardji Sarwan merupakan salah satu yang telah berhasil mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel dan menjualnya melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Tarakan Timur,

Sardji mampu meraup omzet Rp 2 juta per hari dengan mempekerjakan sembilan karyawan yang bekerja 4 jam per hari, dengan bayaran Rp 2 juta per bulan per orang.

"Produk biodiesel yang dihasilkan bisa mencapai 180 liter per hari dan dijual dengan harga Rp 11.000 per liter," kata Sardji dalam keterangan tertulis, Senin (7/12/2020).

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman menyampaikan, pemanfaatan minyak jelantah untuk biodiesel menjadi salah satu opsi yang baik sebagai bagian dari peningkatkan sirkular ekonomi yaitu melakukan daur ulang pemanfataan sumber daya untuk terus menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Baca juga: OPEC dan Rusia Sepakat Tingkatkan Produksi Minyak Mulai Januari 2021

"Mengingat besarnya potensi minyak jelantah menjadi potensi bisnis yang bagus termasuk bagi generasi muda di Indonesia," ujar Saleh.

Kajian awal Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Traction Energi Asia tentang Potensi Minyak Jelantah Untuk Biodiesel dan Penurunan Kemiskinan di Indonesia (2020) mencatat bahwa pada tahun 2019, konsumsi minyak goreng sawit nasional mencapai 16,2 juta kilo liter (KL).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X