Sri Mulyani Minta Aktivitas Kredit Harus Bergerak agar Ekonomi Tidak Pingsan

Kompas.com - 08/12/2020, 12:10 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar dunia usaha secara berhati-hati mulai melakukan ekspansi bisnis, salah satunya dengan melakukan pengajuan kredit kepada perbankan.

Sebab, berdasarkan paparannya, Bendahara Negara itu menjelaskan, saat ini pertumbuhan kredit menyentuh titik nol persen, bahkan negatif.

Sementara kredit dibutuhkan untuk mendorong perekonomian.

Baca juga: Esok Libur Pilkada, Menaker: Pekerja yang Masuk Berhak atas Upah Kerja Lembur

"Karena tidak mungkin mendorong ekonomi kita dengan APBN sendiri, maka di situasi sekarang ini harus kembali atau berupaya bagaimana sektor keuangan dan korporasi kembali bisa melakukan bisnisnya secara hati-hati, siuman, dan harus segera pulih," jelas Sri Mulyani ketika dalam acara Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang dilakukan secara virtual, Selasa (8/12/2020).

Sri Mulyani menjelaskan, baik sektor keuangan maupun dunia usaha seharusnya mulai bergerak untuk melakukan bisnis.

Dalam artian, perbankan mulai menyalurkan kredit dan korporasi berani mengambil kredit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena kalau dua-duanya, yang satu tidak ambil kredit, satunya enggak berani beri kredit, maka ekonomi akan pingsan," ujar Sri Mulyani.

Untuk mendorong masing-masing sektor agar tidak ragu dalam menjalankan bisnisnya, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah bersama dengan otoritas lain di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah melakukan beragam formulasi kebijakan.

Baca juga: Mau Tukar Dollar AS? Cek Kurs Rupiah di 5 Bank Ini

Misalnya saja untuk sektor usaha kecil, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menelurkan POJK 11 untuk relaksasi pembayar kredit selama sembilan bulan.

Pelaku usaha diberi keleluasaan untuk tidak membayar pokok dari kredit mereka.

Selain itu, pemerintah juga menyubsidi bunga kredit dari pelaku usaha mikro.

"Di sini letaknya pemerintah bersama dengan KSSK, OJK, LPS, dan Bank Indonesia memformulasikan bagaimana mendorong perekonomian untuk siuman dan pemulihan kembali ekonomi kita," ujar Sri Mulyani.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.