45 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 Akan Tiba di Indonesia hingga Januari 2021

Kompas.com - 08/12/2020, 14:04 WIB
Petugas menurunkan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, tangerang, Banten, Minggu (6/12/2020). Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi Sinovac, China, tiba di tanah air untuk selanjutnya akan diproses lebih lanjut ke Bio Farma selaku BUMN produsen vaksin. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOPetugas menurunkan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, tangerang, Banten, Minggu (6/12/2020). Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi Sinovac, China, tiba di tanah air untuk selanjutnya akan diproses lebih lanjut ke Bio Farma selaku BUMN produsen vaksin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia telah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 siap pakai buatan Sinovac beberapa hari yang lalu. Selanjutnya, akan datang lagi dalam waktu dekat ini 1,8 juta vaksin dari Sinovac.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, selain yang siap pakai, pada Desember 2020 ini juga akan tiba 15 juta bahan baku vaksin Covid-19.

“Setelah kedatangan vaksin perdana ini, selanjutnya berturut-turut kita akan kembali mendatangkan di Desember ini sebanyak 15 juta dosis dalam bentuk bahan baku atau bulk,” ujar Honesti dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia, Pengusaha Optimistis Ekonomi Segera Pulih

Honesti menambahkan, pada Januari 2021 juga akan tiba 30 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19. Sehingga, nantinya total yang akan diterima sebanyak 45 juta dosis bahan baku vaksin.

“Keseluruhan vaksin yang akan tiba adalah jenis vaksin yang sama dengan yang telah dilakukan uji klinis fase III di Indonesia maupun Brazil dan beberapa negara lainnya,” kata Honesti.

Baca juga: Jaga Momentum Positif Kedatangan Vaksin, BI Sarankan Hal Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, untuk 1,2 juta dosis vaksin yang telah diterima Bio Farma, sebagiannya saat ini tengah dilakukan pengujian oleh BPPOM. Pengujian itu dilakukan agar bisa mendapat izin penggunaannya.

“Total vaksin yang kami terima kemarin 1.200.568. Dimana 568 ini akan dialokasikan untuk dilakukan pengujian mutu yang akan dilakukan bersama Bio Farma maupun di BPPOM,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.