Pembahasan Brexit Tak Kunjung Temui Titik Terang, Pengangguran Terancam Melonjak

Kompas.com - 08/12/2020, 14:36 WIB
Suporter Brexit mengibarkan bendera Union Jack di Parliamentary Square, London, pada 31 Januari 2020. Brexit akan mempunyai dampak besar ke Inggris Raya tak terkecuali ke Premier League dan Liga Inggris. AFP/DANIEL LEAL-OLIVASSuporter Brexit mengibarkan bendera Union Jack di Parliamentary Square, London, pada 31 Januari 2020. Brexit akan mempunyai dampak besar ke Inggris Raya tak terkecuali ke Premier League dan Liga Inggris.

LONDON, KOMPAS.com - Pembahasan mengenai kesepakatan perdagangan antara Inggris dengan Uni Eropa terkait Brexit telah mencapai tahap akhir.

Namun, proses negosiasi terancam gagal lantaran pembahasan terkait tiga poin penting, yakni hak menangkap ikan, bantuan pemerintah untuk perusahaan, serta bagaimana perselisihan diselesaikan belum menemui titik temu.

Dilansir dari CNN, Selasa (8/2/2020) Perdana Menteri Inggris Boris Johnson harus memutuskan antara berpegang teguh pada definisi kedaulatannya, atau mengesampingkan ideologi dan mungkin harga dirinya sendiri untuk melindungi sektor tenaga kerja dan ekonomi.

Baca juga: Mengintip Hijaunya Bisnis Tanaman Hias yang Tembus Eropa hingga AS

Sebab, meninggalkan Uni Eropa bakal membuat perusahaan-perusahaan Inggris menanggung ongkos yang lebih mahal.

Namun, dengan tanpa kesepakatan meninggalkan Uni Eropa bakal membuat perdagangan Inggris hancur lebur.

Perusahaan-perusahaan Inggris pun saat ini tengah bersusah payah meredam dampak pandemi.

Bila akhirnya kesepakatan Brexit tercapai, perusahaan tersebut bakal kehilangan akses terhadap pasar terbesar mereka dengan 540 juta konsumen serta saat ini menjadi tujuan dari 43 persen ekspor Inggris.

Gubernur Bank Sentral Inggris Bank of England Andrew Bailey pun sempat menyatakan di depan parlemen, dampak jangka panjang dari no-deal Brexit akan lebih besar dari dampak Covid-19.

Baca juga: Pertamina Energy Institute: Kebutuhan Energi Turun 16 Persen pada 2020

Kantor Tanggung Jawab Anggaran Inggris (OBR) menyatakan Brexit tanpa kesepakatan akan mengurangi produksi dengan tambahan 2 persen pada 2021, atau sekitar 40 miliar poundsterling (53 miliar dollar AS), dan membuat lebih dari 300.000 orang ke garis pengangguran pada paruh kedua tahun depan.

"Efek jangka panjang (Brexit tanpa kesepakatan) akan lebih besar daripada efek jangka panjang Covid-19," ujar Bailey.

"Butuh waktu lebih lama bagi sektor riil untuk menyesuaikan diri dengan perubahan keterbukaan dan perubahan profil perdagangan," jelas dia.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

Whats New
IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Ada Antrean Panjang Pencairan BPUM, Ini Kata Kemenkop UKM

Ada Antrean Panjang Pencairan BPUM, Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Mau Cari Tambahan THR? Coba Berburu Saham yang Tebar Dividen Ini

Mau Cari Tambahan THR? Coba Berburu Saham yang Tebar Dividen Ini

Earn Smart
Cair H-10 Lebaran, Ini Besaran THR yang Diterima PNS

Cair H-10 Lebaran, Ini Besaran THR yang Diterima PNS

Whats New
Indonesia Ekspor Cysteine ke Amerika Serikat Senilai 800.000 Dollar AS

Indonesia Ekspor Cysteine ke Amerika Serikat Senilai 800.000 Dollar AS

Whats New
Deretan Anak Muda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia

Deretan Anak Muda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia

Work Smart
Begini Cara Jadi Wanita Mandiri secara Finansial

Begini Cara Jadi Wanita Mandiri secara Finansial

Work Smart
[POPULER MONEY] Penjelasan Sandiaga soal Tempat Wisata Dibuka tetapi Mudik Dilarang | Cek Penerima BPUM 2021 di Eform.bri.co.id

[POPULER MONEY] Penjelasan Sandiaga soal Tempat Wisata Dibuka tetapi Mudik Dilarang | Cek Penerima BPUM 2021 di Eform.bri.co.id

Whats New
Grab Masuk Emtek, Ini Rencana Pengembangan Bisnisnya

Grab Masuk Emtek, Ini Rencana Pengembangan Bisnisnya

Whats New
Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Whats New
Pimpin Perusahaan Ventura di Usia Muda, Dua Pemuda Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Pimpin Perusahaan Ventura di Usia Muda, Dua Pemuda Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Work Smart
Cek Peluang CPNS Ikatan Dinas, Ini 10 Sekolah Favorit dan Sepi Peminat

Cek Peluang CPNS Ikatan Dinas, Ini 10 Sekolah Favorit dan Sepi Peminat

Whats New
Jadi Pengusaha Sukses di Usia Muda, Tiga Perempuan Indonesia Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Jadi Pengusaha Sukses di Usia Muda, Tiga Perempuan Indonesia Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Whats New
Naskah Soal CPNS dan PPPK Telah Siap, Menteri PANRB Jamin Kerahasiaan Datanya

Naskah Soal CPNS dan PPPK Telah Siap, Menteri PANRB Jamin Kerahasiaan Datanya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X