KPPU Naikkan Kasus Monopoli Ekspor Benur ke Ranah Penyelidikan

Kompas.com - 08/12/2020, 16:37 WIB
Ilustrasi: Benih lobster Dok. Kementerian Kelautan dan PerikananIlustrasi: Benih lobster

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menaikkan kasus monopoli ekspor benih bening lobster (benur) ke tahap penyelidikan.

Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Saragih mengatakan, kasus kontroversial ini dinaikkan karena sudah adanya kecukupan alat bukti dari proses penelitian yang dilangsungkan sejak 10 November.

"Memutuskan hasil penelitian inisiatif tentang dugaan pelanggaran perusahaan jasa kargo (freight forwarding) logistik benih bening lobster naik menjadi tahap penyelidikan," kata Guntur dalam konferensi virtual, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Ini Temuan KPPU Soal Kejanggalan Monopoli Ekspor Benih Lobster di KKP

Guntur menuturkan, proses penelitian telah menemukan alat bukti untuk menentukan pelaku terlapor dan dugaan pelanggarannya.

Pihaknya juga meminta tim penegakan hukum untuk bisa melakukan penelaahan kembali, dalam hal ini menelaah perusahaan jasa kargo terkait adanya dugaan pelanggaran usaha tidak sehat, baik berupa pembelian dan penguasaan pasar ekspor benur.

"Mulai hari ini sudah ada tim. Dalam 30 hari ke depan, (tim) akan (memberikan) laporan kembali kepada komisi," ucap Guntur.

Guntur menyebut, perkara ekspor benur ini adalah perkara penting dan masuk dalam perkara yang diprioritaskan.

"Namun hasilnya tidak bisa kita paksakan. Nanti akan masuk pemberkasan, persidangan, kemudian putusan diambil majelis apakah nanti dinyatakan bersalah atau denda," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, KPPU mengendus adanya praktik persaingan usaha tidak sehat (monopoli) dalam ekspor benur.

Baca juga: KPPU Lanjutkan Pemeriksaan ke Perusahaan yang Diduga Memonopoli Kargo Ekspor Benur

Ekspor benur hanya dilakukan di satu titik saja, yakni di Bandara Soekano Hatta oleh satu perusahaan jasa kargo, PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Dugaan KPPU benar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan rombongan sepulang lawatannya dari Hawaii, Amerika Serikat.

KPK menetapkan Edhy dan dua Staf khususnya, Andreau Pribadi dan Safri, sebagai tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Andreau dan Safri diketahui sebagai Ketua Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas dan Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Korupsi Bansos, Risma Ajak Warga Koreksi Data Mulai Bulan Depan

Cegah Korupsi Bansos, Risma Ajak Warga Koreksi Data Mulai Bulan Depan

Whats New
Telkom Ajak Masyarakat Jadi Agen Digital Berpenghasilan hingga Jutaan Rupiah, Simak Caranya

Telkom Ajak Masyarakat Jadi Agen Digital Berpenghasilan hingga Jutaan Rupiah, Simak Caranya

Work Smart
Amankan Ketersedian Pangan hingga Lebaran, Kementan Intervensi Distribusi dan Stok

Amankan Ketersedian Pangan hingga Lebaran, Kementan Intervensi Distribusi dan Stok

Rilis
Berapa Kenaikan Tagihan Listrik Rumah Tangga Per Bulan Mulai 1 Juli?

Berapa Kenaikan Tagihan Listrik Rumah Tangga Per Bulan Mulai 1 Juli?

Whats New
 Alibaba Didenda Pemerintah China, Kekayaan Jack Ma Malah Melonjak Rp 33,35 Triliun

Alibaba Didenda Pemerintah China, Kekayaan Jack Ma Malah Melonjak Rp 33,35 Triliun

Whats New
Kementan Jamin Ketersediaan Pangan Aman Selama Puasa dan Lebaran

Kementan Jamin Ketersediaan Pangan Aman Selama Puasa dan Lebaran

Rilis
OJK Sebut Masih Banyak yang Terbuai Investasi Bodong dengan Iming-iming Bunga Tinggi

OJK Sebut Masih Banyak yang Terbuai Investasi Bodong dengan Iming-iming Bunga Tinggi

Whats New
Tambah Produk Investasi, UOB Asset Management Kerja Sama dengan Tanamduit

Tambah Produk Investasi, UOB Asset Management Kerja Sama dengan Tanamduit

Rilis
Genap 80 Tahun, OCBC Terus Dorong Pengembangan UMKM

Genap 80 Tahun, OCBC Terus Dorong Pengembangan UMKM

Whats New
Larangan Mudik 2021, Sandiaga: Destinasi Wisata Lokal Akan Dapat Limpahan Kunjungan

Larangan Mudik 2021, Sandiaga: Destinasi Wisata Lokal Akan Dapat Limpahan Kunjungan

Whats New
Dengan Industri 4.0, Pemerintah Yakin Indonesia Masuk 10 Besar Negara Ekonomi Terkuat

Dengan Industri 4.0, Pemerintah Yakin Indonesia Masuk 10 Besar Negara Ekonomi Terkuat

Whats New
Ini Skema Penghitungan THR Lebaran 2021

Ini Skema Penghitungan THR Lebaran 2021

Whats New
Awal Perdagangan Hari Pertama Puasa,  IHSG dan Rupiah Melemah

Awal Perdagangan Hari Pertama Puasa, IHSG dan Rupiah Melemah

Whats New
Turun Rp 2.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 2.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
2 Hari Lagi Hangus, Peserta Prakerja Gelombang 14 Buruan Beli Pelatihan Pertama!

2 Hari Lagi Hangus, Peserta Prakerja Gelombang 14 Buruan Beli Pelatihan Pertama!

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X