Proyek Luhut 5 Destinasi Pariwisata Super-Prioritas Sudah Tahap Kontruksi

Kompas.com - 08/12/2020, 19:54 WIB
KSPN Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat Kementerian PUPRKSPN Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima destinasi Pariwisata Super Prioritas yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) telah memasuki tahap kontruksi.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang selaku Ketua Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengatakan, 5 destinasi yang dimaksud adalah Danau Toba, Borobudur, Lombok-Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado-Likupang. 

"Ada lima destinasi pariwisata super prioritas yang sudah dalam tahap kontruksi yakni mencapai 81 persen," ujar dia dalam konfrensi pers virtual, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Erick Thohir Usul Candi Borobudur Tidak Jadi Destinasi Pariwisata Massal, Apa Alasannya?

Menurut dia, proyek strategis nasional ini perlu dipercepat pelaksanaannya. Tujuannya, agar daya tarik pariwisata ini semakin meningkat.

"Saat pandemi ini, sektor pariwisata paling terdampak sehingga kita tetap melaksanakan program untuk mengembangkan di sana sambil menata," katanya.

"Pada saat nanti covid berlalu, terlihat daerah-daerah itu menjadi daerah yang siap untuk berkompetisi dan siap menerima wisatawan nasional maupun mancanegara dengan standar yang lebih baik," sambung Wahyu.

Pemerintah menargetkan kenaikan indeks kompetitif travel dan tourism Indonesia pada 2021, mejnadi ke peringkat 30.

Baca juga: Mengenalkan 10 Destinasi Wisata Lewat Komik

 

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah membahasnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Dalam rakornas tersebut yang dihelat 27 November 2020, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membandingkan objek wisata Indonesia dengan negara tetangga sesama Asia Tenggara, seperti Thailand.

Menurut dia, Indonesia lebih unggul mengenai objek wisata alamnya. Namun, Luhut menilai, ada kekurangan Indonesia yang pada akhirnya diupayakan untuk dibenahi. Seperti pembenahan infrastruktur dan perilaku ramah tamah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X