Simak Cara Mudah Mengenali Ciri Investasi Bodong

Kompas.com - 09/12/2020, 10:26 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat merilis kasus investasi bodong MeMiles di Mapolda Jatim, Jumat (3/1/2020). ANTARA Jatim/Willy IrawanKapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat merilis kasus investasi bodong MeMiles di Mapolda Jatim, Jumat (3/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) memaparkan sejumlah ciri umum praktik investasi bodong termasuk pinjaman daring ilegal yang harus dihindari masyarakat agar tidak menjadi korban dan menimbulkan kerugian.

"Karakteristik umum investasi bodong ( ciri investasi bodong), pertama tidak secara eksplisit menyatakan terdaftar di OJK, tidak ada logo OJK," kata Analis Ekonomi Policy Center Iluni UI Fadli Hanafi dilansir dari Antara, Rabu (9/12/2020).

Selain itu, lanjut dia, besaran imbal hasil yang tidak wajar, bahkan ada yang menjanjikan dua persen setiap hari.

Ajakan untuk investasi itu, kata dia, bahkan melalui pesan singkat yakni SMS atau melalui pesan aplikasi Whatsapp yang disebar kepada masyarakat.

Baca juga: Kerugian Investasi Bodong Capai Rp 92 Triliun dalam 10 Tahun

Selanjutnya ciri investasi bodong, periode pembayaran imbal hasil tidak wajar atau dengan tempo waktu yang cepat dan domisili perusahaan yang tidak jelas.

Kemudian, proses administrasi yang sangat mudah, kata dia, juga perlu dicurigai sebagai investasi bodong.

Misalnya, lanjut dia, syarat hanya melampirkan KTP atau kartu keluarga (KK) karena dampaknya ketika terjadi gagal bayar, tidak jarang informasi pribadi itu kemudian disebarluaskan.

"Begitu terjadi gagal bayar, tidak jarang kita temui informasi pribadi kemudian di-upload, mempermalukan yang bersangkutan dan tentu ini sangat tidak baik," imbuh Fadli.

Ia menambahkan sejak 2019 pengaduan terkait perusahaan teknologi keuangan atau fintech pinjam meminjam dalam jaringan (P2P lending) paling banyak diadukan masyarakat.

Baca juga: Ikuti 3 Langkah Ini Agar Tidak Terjerat Investasi Bodong

Pihaknya mengapresiasi OJK melalui perlindungan konsumen, kasus tersebut pada tahun ini menurun 45 persen.

Ia juga mengungkapkan pengaduan terkait multi level marketing (MLM) ilegal juga turun 47,37 persen, kriptokurensi juga turun 53,8 persen, forex/future trading turun 67,26 persen.

Namun, lanjut dia, dua sektor perlu mendapat perhatian karena meningkat mencapai 58,3 persen yakni terkait investasi uang dan gadai ilegal mencapai 10,29 persen.

Sementara itu, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal Edy Halim dalam kesempatan yang sama mengungkapkan selama 2020, pengaduan sektor keuangan yang masuk di BPKN mencapai 191 pengaduan konsumen selama periode Januari-2 Desember 2020.

Baca juga: Marak Investasi Bodong Bermodus Koperasi, Ini Kata Menteri Teten

Rinciannya, kata dia, paling banyak terkait non-bank mencapai 56 pengaduan, investasi (55), perbankan (39), uang digital (10), asuransi (29).

Fadli menjabarkan aduan di sektor keuangan di antaranya terkait leasing kendaraan, kredit pemilikan rumah dan kredit pemilikan apartemen, pembobolan kartu kredit dan tabungan nasabah, asuransi, pinjaman online (fintech) dan reksadana investasi.

Sebelumnya dikutip dari Kontan, Satgas Waspada Investasi kembali merilis daftar terbaru investasi bodong tahun ini. Setidaknya, ada 32 investasi ilegal yang masuk dalam daftar.

Sebanyak 32 investasi ilegal tersebut diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang. Entitas-entitas tersebut dinilai berpotensi merugikan masyarakat karena melakukan penipuan dengan menawarkan pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Baca juga: Korban Makin Marak, Cek Lagi 2 Cara Kenali Investasi Bodong

"Selain itu banyak juga kegiatan yang menduplikasi website entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah website tersebut resmi milik entitas yang berizin," kata Ketua SWI, Tongam L. Tobing

Lebih rinci, ini daftar 32 entitas ilegal yang ditangani Satgas Waspada Investasi.

  1. Koperasi Produsen Mitra Wira Terpadu (My Win Trade).
  2. Lucky Star/Sian-Sian Fortune
  3. Bossque
  4. Perkumpulan Pengusaha Digital Aset Internasional (PT Digital Aset Development Indonesia)
  5. Streammity/Cannis
  6. Lucky Trade Community (LTC)
  7. PT Recovery Investasi Dana Online
  8. Super-IBS (Super Ikhlas Berbagai Sosial)
  9. Amethyst.asia
  10. Play 100 Club/https://play100.club
  11. Speed Money Smart/speedmoneysmart.com
  12. Alimama Indonesia
  13. Komunitas Jempol Preneur (KJP)
  14. Perpuskita/ Perpuskita.com
  15. Duit Bomber/ duitbomber.com
  16. Jadikaya/ jadikaya.net
  17. Banjir Rizki Community (BRC)/banjirrizki.com
  18. Duitmasukterus.com
  19. Path of Dream/ pathofdream.com
  20. Program Ghaniyyu100/ Komunitas Ghaniyyu100/www.ghaniyyu100.com
  21. Sedekah 100
  22. Yayasan Solusi Indonesia Sejahtera/ 2milyard.com
  23. Automatic Profit Landing/profitlanding.com

Baca juga: Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X