Bagaimana Hasil Pertemuan Luhut dan Erick Selama 2 Hari ke Timur Tengah?

Kompas.com - 10/12/2020, 05:30 WIB
Menteri Ad Interim Kelautan dan Perikanan Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat perdananya dengan seluruh pejabat Eselon I KKP, di Gedung KKP, Jakarta, Jumat (27/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan Menteri Ad Interim Kelautan dan Perikanan Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat perdananya dengan seluruh pejabat Eselon I KKP, di Gedung KKP, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri BUMN Erick Tohir kembali ke Indonesia, usai kunjungan kerja ke Abu Dhabi dan Riyadh sejak tanggal 7-8 Desember 2020.

Kedua menteri tersebut bertemu dengan Putera Mahkota Abu Dhabi Mohamed Bin Zayed Al Nahyan serta Menteri Keuangan Arab Saudi yang juga Pelaksana tugas Menteri Ekonomi dan Perencanaan Mohammed Al-Jadaan. Apa hasil dari pertemuan kedua negara ini?

Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi mengatakan, kunjungan Pemerintah Indonesia ke Uni Emirat Arab (UEA) ini dilakukan untuk mempererat hubungan strategis dan persahabatan dibidang investasi dan ekonomi terutama pada saat paska Covid-19.

Baca juga: Luhut dan Erick Bujuk Jepang untuk Suntik Dana di Lembaga Pengelola Investasi RI

"Menko Luhut melihat perlunya kerja sama bilateral yang lebih erat antar negara untuk bisa memulihkan perekonomian paska Covid-19. Kedatangan vaksin telah memberikan berita baik dibidang perekonomian. Namun tanpa kerja sama yang nyata dalam investasi dan ekonomi, pemulihan ekonomi Indonesia tidak akan optimal," ujar dia melalui keterangan tertulis, Kamis (10/12/2020).

Pada kesempatan yang sama saat pertemuan itu, Erick Tohir menginginkan kerja sama investasi dan ekonomi bisa terwujud lewat partisipasi UEA dan Arab Saudi di Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Erick pun menawarkan UEA untuk kerja sama di proyek-proyek BUMN. Antara lain bank syariah BUMN, investasi di Provinsi Aceh dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama di Mandalika.

Selain itu, Menteri BUMN juga memberikan paparan mengenai transformasi BUMN yang saat ini sedang berjalan dimana jumlah satuan kerja (satker) berkurang dari 27 ke 12. Kemajuan dari reformasi ini sangat diapresiasi oleh Pemerintah UEA dan Arab.

Baca juga: Kata Luhut, RI Negara yang Sangat Rumit untuk Bisnis

Dilansir dari Saudi Gazatte, Luhut dan Erick juga diundang mengikuti Forum Bisnis Saudi-Indonesia yang dihelat oleh Union of Chambers. Forum tersebut dihadiri sederet pengusaha dari kedua negara.

Dalam sambutannya, Menteri Investasi Saudi Al-Faleh menggarisbawahi pentingnya kunjungan delegasi Indonesia ke UEA.

Hal ini menandai babak baru dalam kemitraan antara dua negara yang telah dikonsolidasikan melalui kunjungan timbal balik oleh dua pemimpin negara, yakni Raja Salman dan Presiden Joko Widodo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X