Tingkatkan Talenta SDM, Menkop Teten Dorong Vokasional Kopi

Kompas.com - 10/12/2020, 10:31 WIB
Sejumlah warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh sedang menyortir atau memisahkan biji kopi berkualitas, sehingga mutu biji kopi (green bean) saat dijual memiliki harga tinggi, Jumat (27/11/2020). Kopi arabika Gayo di dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah dikenal salah satu biji kopi pilihan terbaik yang selama ini dipasok ke sejumlah pasar dunia, namun memasuki panen raya tahun ini harga jual kopi dari petani anjlok menjadi Rp 7.000 per bambu akibat pandemi Covid-19, sementara tahun lalu harga kopi yang baru dipanen bisa mencapai Rp 10 ribu per bambu. KOMPAS.com/RAJA UMARSejumlah warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh sedang menyortir atau memisahkan biji kopi berkualitas, sehingga mutu biji kopi (green bean) saat dijual memiliki harga tinggi, Jumat (27/11/2020). Kopi arabika Gayo di dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah dikenal salah satu biji kopi pilihan terbaik yang selama ini dipasok ke sejumlah pasar dunia, namun memasuki panen raya tahun ini harga jual kopi dari petani anjlok menjadi Rp 7.000 per bambu akibat pandemi Covid-19, sementara tahun lalu harga kopi yang baru dipanen bisa mencapai Rp 10 ribu per bambu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM ) Teten Masduki mengatakan, konsumsi kopi di dalam negeri dan global semakin meningkat.

Untuk itu dia bilang, sangat dibutuhkan adanya sumber daya manusia (SDM) dan talenta vokasional kopi.

"Angka konsumsi dalam negeri ini, dipadukan dengan konsumsi global yang terus meningkat, mengindikasikan bahwa kebutuhan akan SDM dan talenta menjadi semakin tidak terhindarkan. Hal tersebut menggarisbawahi krusialnya program pelatihan vokasional kopi," ujarnya mengutip siaran resminya, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Lacak Asal dan Jaga Kualitas Kopi, Pebisnis Ini Adopsi Teknologi Block-Chain

Menurut Teten, kerja sama antara pemerintah dengan pelaku usaha kopi dinilai sangat tepat, untuk mencetak SDM yang unggul, khususnya dalam hal vokasional kopi.

"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya sekaligus mengucapkan selamat kepada Kopling at Olveh, KT and G, dan Kemenko Bidang Perekonomian yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Bentuk-bentuk kolaborasi semacam ini perlu terus kita glorifikasi, sembari kita hadirkan di sektor-sektor usaha lainnya," katanya.

Teten mengaku sangat antusias jika berdiskusi tentang kopi. Apalagi katanya, di Indonesia kopi sendiri memang merupakan sebuah komoditas yang sulit dipisahkan dari keseharian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Teten, saat ini produksi kopi di Indonesia terus menunjukkan tren meningkat, meski fluktuatif.

Setidaknya ada 729.000 ton produksi kopi Indonesia yang diproduksi oleh 94,5 persen pengusaha kopi perkebunan rakyat. "Menariknya sejumlah 335.000 ton merupakan angka konsumsi nasional 2019 dan diprediksi mencapai hampir 50 persen yaitu 353.000 di tahun 2020," ucapnya.

Di samping itu Teten juga mengatakan, pademi Covid-19 sangat berdampak pada seluruh lini, termasuk UMKM. Namun, tidak sedikit pula UMKM yang dapat bertahan bahkan tumbuh di tengah pandemi.

Mereka yang bertahan lanjut Teten, adalah UMKM yang melakukan inovasi dengan beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, masuk ke dalam ekosistem digital serta secara konsisten meningkatkan kualitas SDM.

"Tahun 2020 ini, kita merasakan betul bagaimana sebuah pandemi berdampak bagi keseluruhan lini usaha termasuk UMKM yang merupakan 99,9 persen populasi usaha Indonesia, penyumbang 60 persen PDB nasional dan 14,17 persen ekspor nasional. Mereka yang bertahan adalah UMKM yang melakukan inovasi dengan beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, masuk ke dalam ekosistem digital serta secara konsisten meningkatkan kualitas SDM," ungkapnya.

Bentuk pelatihan daring yang digelar oleh Kopling at Olveh, kata Teten, sangat relevan dalam kondisi pandemi ini. Tidak hanya dihadiri oleh petani kopi di beberapa wilayah di pulau Jawa, pelatihan daring Kopling at Olveh juga diikuti oleh tenaga pengajar dari SMK PPN Tanjungsari Sumedang, SMKN 57 Jakarta dan SMKN 1 Ulu Pungkut Mandailing Natal.

"Ke depan saya tentu berharap program ini dapat hadir kembali, dengan skala acara dan dampak yang lebih luas. Menyertakan tidak hanya rekan-rekan petani kopi, barista namun juga mereka yang terlibat dalam rantai pasok. Melibatkan institusi pendidikan yang lebih luas sehingga kita tidak hanya meningkatkan kapasitas UMKM saat ini, tetapi juga mempersiapkan Future SMEs atau UMKM masa depan," jelas Teten.

Baca juga: Menkop Teten: Banpres Produktif Usaha Mikro Telah Tersalur 92 Persen



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.