Sri Mulyani: Korupsi Seperti Penyakit, Bisa Menular dan Bahayakan Institusi

Kompas.com - 10/12/2020, 11:41 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mennganalogikan korupsi seperti birus yang bisa menular dan berakibat pandemi.

Menurut dia, korupsi bisa datang dari lemahnya sistem pemerintah yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Bila virus tersebut menular dengan cepat dan berakibat pandemi, maka korupsi bisa berakibat berbahaya bagi institusi.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pimpinan, kita semua. Karena satu virus korupsi, satu virus yang mengkompromikan integritas, sama seperti pandemi, dia bisa menular dan bisa membahayakan institusi," ujar Sri Mulyani dalam webinar Hari Anti Korupsi Sedunia 2020, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Jokowi dan Sri Mulyani Pernah Beri Peringatan untuk Pelaku Korupsi Anggaran Covid-19

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengatakan, seperti penyakit, korupsi bakal menular ke orang-orang dengan daya tahuan lemah. Maka, dia meminta agar setiap orang, termasuk yang berada di jajaran pemerintahan membangun pondasi yang kuat dengan mengingatkan setiap orang dekat serta membangun sistem di dalam sebuah institusi.

“Sebagai manusia kita tidak sempurna, kita lemah. Karena kita menyadari kita lemah dan mudah lengah, maka kita harus terus-menerus mengingatkan diri dan lingkungan kita. Mengingatkan institusi, membangun terus menerus sistemnya,” jelasnya.

Untuk di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sri Milyani meminta seluruh jajarannya untuk tetap waspada dan saling mengingatkan. Selain itu juga transparansi perlu dilakukan hingga unit terkecil di bendahara negara tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan menurutnya, setiap pimpinan di Kementerian Keuangan wajib membuka pintu kantornya selebar mungkin agar setiap anak buah tahu dan melihat siapa saja orang yang masuk ke kantor tersebut hingga pembicaraan yang dilakukan untuk mengurangi celah korupsi.

Baca juga: Sri Mulyani: Sikap Kita Sama, Tidak Ada Toleransi terhadap Korupsi

“Bahkan saya katakan, buka kantor kalian setransparan mungkin agar anak buah melihat, kalau kita harus terima tamu, mereka tau siapa yang kita terima. Bicara apa. Itu disebut integritas,” kata Sri Mulyani.

“Kita terus jaga Kemenkeu, karena kita bendahara negara, berhubungan dengan uang, dan kita tahu uang itu bisa sangat powerful untuk menggoda manusia. Oleh karena itu, kita harus tingkatkan terus kewaspadaan kita, dan ini dimulai dari hal hal yang melaporkan harta kekayaan kita,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.