Meski Vaksin Covid-19 Telah Masuk RI, Bos BCA Prediksi Ekonomi Baru Normal pada 2022

Kompas.com - 10/12/2020, 14:29 WIB
Ilustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19. SHUTTERSTOCK/Orpheus FXIlustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja memperkirakan kondisi perekonomian Indonesia akan pulih atau normal kembali pada 2022.

Dunia perbankan masih memantau bagaimana dampak kehadiran vaksin Covid-19 di Indonesia.

"Saya pikir ke depan, kalau untuk mengembalikan seperti semula ya kita berharap vaksin itu bisa efektif. Namun dengan catatan, masalah delivery, masalah kepercayaan masyarakat, masalah distribusi ini yang kita belum tahu bagaimana bahwa target kita minimal 100 juta penduduk sudah bisa tervaksin," kata Jahja dalam webinar virtual, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Ada Vaksin Covid-19, Bank DBS Ramal Pertumbuhan Kredit Tumbuh hingga 7 Persen

"Bahwa tahun 2021 ada vaksinasi, tapi kalaupun ini sampai Juni target pemerintah, artinya setengah tahun tetap seperti sekarang. Baru akan menggeliat after that. Tentu kita harapkan tidak terjadi apa-apa. Artinya, paling cepat back to normal itu 2022," sambung dia.

Selagi menantikan vaksin serta imunitas terealisasi dan terbentuk, menurut Jahja, sistem digitalisasi masih akan menjadi pilihan.

Dia menyebutkan, pemanfaatan digitalisasi hanya mencapai 70 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin dengan virtualisasi, digitalisasi kapasitas kita semua ini 50-70 persen saja. Kalau persiapan kita mau ada covid enggak ada covid saya pikir arah digitalisasi terbantu dengan enforcement karena covid ini harus digencarkan, enggak bisa kendor lagi. Ada dua hal yang harus kita perhatikan, tetap digitalisasi memasuki tahun-tahun ke depan," tutur dia.

Meski selama pandemi Covid-19, BCA mampu menyalip kinerjanya dibandingkan bank-bank kompetitor lainnya, Jahja pun berpendapat tidak ada strategi khusus untuk mempertahankan kredibilitas BCA.

Baca juga: Menko Airlangga: Vaksin dan UU Cipta Kerja Jadi Kunci Penggerak Ekonomi 2021

Dia berharap, ketika kondisi aktivitas perekonomian Tanah Air kembali seperti sebelum pandemi, BCA akan langsung membuka pelayanannya seperti semula.

"Di samping itu, kalau market-market offline kembali normal ya kita buka seperti biasa. Kalau soal strategi, enggak ada strategi khusus," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.