Ada Vaksin, Asosiasi Ritel Optimistis Bisa Pulih pada 2021

Kompas.com - 10/12/2020, 16:10 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey menjadi narasumber sebuah acara di Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey menjadi narasumber sebuah acara di Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai dengan datangnya vaksin ke Indonesia membawa angin segar pada sektor industri ritel di Indonesia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey optimistis tahun depan sektor industri ritel bisa kembali sehat. Apalagi dengan adanya vaksin, optimisme tersebut pun semakin nyata.

"Memang saat ini pandemi belum berakhir dan situasinya masih berlangsung, tapi kita ada optimisme. Dengan hadirnya vaksin menjadi dasar kita untuk punya optimisme di 2021," ujarnya saat jumpa pers penandatanganan kerja sama antara PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan Tokopedia secara virtual, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Menko Airlangga: Vaksin dan UU Cipta Kerja Jadi Kunci Penggerak Ekonomi 2021

Menurut dia, vaksin akan mendorong adanya adaptasi kebiasaan baru yang membuat masyarakat merasa nyakin untuk kembali melakukan aktivitasnya.

Belum lagi negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat konsumsi terbesar.

Selain itu, Roy juga mengatakan, yang menjadi alasan lain yang mendorong optimistis ini adalah adanya Undang-undang Cipta Kerja yang akan merefleksikan semua perizinan pengusaha diberikan kemudahan.

"UU Ciptaker Nomor 11 Omnibus Law akan merefleksikan semua perizinan kemudahan akan diberikan. Semua perizinan akan ditarik ke pusat, sehingga masyarakat yang berada di wilayah daerah hanya melakukan registrasi saja," katanya.

Dia menilai 2 hal ini akan menjadi pendongkrak bahwa industri ritel di 2021 akan kembali membaik.

Saat ini pun, lanjut dia, sudah banyak industri ritel yang memiliki toko offline dan toko online. Hal ini, menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan oleh sektor ritel agar bisa bisa tetap bertahan.

Namun dia menegaskan, kolaborasi dan sinergitas juga diperlukan, agar bisa saling menguntungkan satu sama lain. Sama halnya dengan kolaborasi yang baru saja dilakukan oleh Tokopedia dan MPPA yang dimana lewat kolaborasi ini, masyarakat bisa memesan pembelanjaan di Hypermart melalui aplikasi Tokopedia.

Dia menilai, kolaborasi bukan hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan saja, tetapi masyarakat juga sangat merasa terbantu apabila memiliki banyak opsi untuk memenuhi kebutuhannya.

"Masyarakat juga sekarang tak perlu ke toko offline, tinggal online saja cukup. Tapi yang pasti kolaborasi dan sinergitas juga harus digenjot, sama-sama membutuhkan, bisa mempermudah semua masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya," ucap dia.

Baca juga: Kunjungan ke Toko Ritel dan Restoran Mulai Membaik, tetapi...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X