Erick Thohir dan Luhut Rayu Investor dari UEA dan Arab Saudi

Kompas.com - 10/12/2020, 21:02 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menyelesaikan tugas kunjungan kerja ke ke Abu Dhabi dan Riyadh.

Dalam kunjungannya, keduanya bertemu Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, Putera Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, Khalid al-Falih, Menteri Investasi Arab Saudi dan Ibrahim Abdulaziz Al-Assaf, Menteri Keuangan Arab Saudi.

Kunjungan ke dua negara sahabat Timur Tengah ini dilakukan untuk mempererat hubungan strategis dan persahabatan di bidang investasi dan ekonomi terutama pada saat pasca Covid-19.

Luhut melihat perlunya kerja sama bilateral yang lebih erat antar negara untuk bisa memulihkan perekonomian pasca Covid-19.

Baca juga: DEN Dorong Percepatan Transisi Menuju Energi Baru Terbarukan

Kedatangan vaksin telah memberikan berita baik di bidang perekonomian, namun tanpa kerja sama yang nyata dalam investasi dan ekonomi, pemulihan ekonomi Indonesia tidak akan optimal.

Sementara itu, Erick menginginkan, kerja sama investasi dan ekonomi dapat terwujud dengan partisipasi Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi di Sovereign Wealth Fund (SWF) dan kerja sama di proyek-proyek BUMN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Antara lain Bank Syariah BUMN, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, serta ketertarikan Indonesia dalam membangun Rumah Indonesia di Mekkah untuk jemaah umroh dan haji,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/12/2020).

Pada kunjungan ini, Erick juga memberikan paparan mengenai transformasi BUMN yang saat ini sudah berjalan dimana jumlah klaster berkurang dari 27 menjadi 12.

Lalu, pengelolaan perusahaan BUMN yang sesuai good corporate governance dan banyak kinerja perusahaan BUMN di bursa saham Indonesia yang diapresiasi oleh market.

“Kemajuan dari transformasi ini sangat diapresiasi oleh Pemerintah UEA dan Arab Saudi,” kata dia.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Subsektor Perkebunan Masih Tumbuh Positif dan Sumbang Ekspor Besar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.