Menaker: Ditundanya ASC XIII Membuat Semua Pihak Terlihat Sedih

Kompas.com - 10/12/2020, 21:42 WIB
Menaker Ida Fauziah saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satuan Tugas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Tahun 2020 di Jakarta, Kamis (19/11/2020). Dok. Humas KemnakerMenaker Ida Fauziah saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satuan Tugas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Tahun 2020 di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, ditundanya ASEAN Skills Competition (ASC) XIII 2021 di Singapura hingga 16-30 Juli 2023, membuat semua pihak sedih.

Penundaan ASC XIII disebabkan pandemi Covid-19. Pembatalan ini diputuskan melalui kesepakatan Extraordinary Organizing Committee Meeting oleh 10 negara anggota.

"Keputusan pembatalan ini membuat semua pihak terlihat sedih dan kecewa. Apa yang telah dipersiapkan selama hampir dua tahun, dengan mengorbankan waktu, peluang, dan biaya, dengan harapan untuk meraih prestasi terbaik mengharumkan nama bangsa dan negara, akhirnya tidak dapat direalisasikan melalui ajang kompetisi ASC XIII," ujar dia melalui keterangan tertulis, Kamis (10/12/2020).

Akibat penundaan pelaksanaan ASC XIII, Menaker mengatakan proses pemusatan pelatihan pada 22 kejuruan yang selama ini berlangsung di 15 lokasi, juga harus segera kami selesaikan atau diakhiri.

Baca juga: Erick Thohir dan Luhut Rayu Investor dari UEA dan Arab Saudi

ASC atau World Skills ASEAN (WSA) merupakan kegiatan rutin di lingkup ASEAN yang diselenggarakan dua tahun sekali. Bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pelatihan, mempromosikan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja muda di kawasan ASEAN.

ASC juga merupakan ajang untuk mempromosikan tenaga kerja muda Indonesia khususnya di kawasan regional ASEAN dan keikutsertaan Indonesia pada ASC selama ini telah menunjukkan prestasi yang membanggakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal ini mencerminkan bahwa kualitas tenaga muda Indonesia tidak kalah dengan negara lain di kawasan ASEAN," kata dia.

Baca juga: DEN Dorong Percepatan Transisi Menuju Energi Baru Terbarukan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.