BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Tokopedia

Generasi Milenial, Yuk Jadikan Kebebasan Finansial sebagai Resolusi Tahun Baru

Kompas.com - 11/12/2020, 08:07 WIB
Ilustrasi resolusi kebebasan finansial di tahun 2021 Dok. ShutterstockIlustrasi resolusi kebebasan finansial di tahun 2021
|

KOMPAS.com - “New year, new me." Jelang pergantian tahun, slogan tersebut kerap mengemuka, baik di tengah percakapan sehari-hari maupun di media sosial. Makna yang terkandung pada slogan itu cukup sederhana, yakni spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik atau meraih pencapaian tertentu di tahun berikutnya.

Biasanya, spirit tersebut dituangkan dalam deretan resolusi. Misal saja, olahraga minimal empat kali seminggu secara konsisten agar tubuh lebih sehat. Contoh lainnya, menabung minimal 30 persen dari penghasilan bulanan untuk meraih kebebasan finansial.

Nah, berbicara soal kebebasan finansial, tentu banyak orang ingin meraihnya. Sebab, berbagai tujuan hidup relatif lebih mudah dicapai ketika telah memiliki kebebasan finansial.

Contohnya, kamu yang ingin hidup sehat bisa lebih leluasa untuk memilih makanan yang bernutrisi tinggi atau berlangganan di pusat kebugaran dengan fasilitas terbaik. Kemudian, kamu yang gemar travelling bisa memiliki transportasi dan akomodasi yang lebih nyaman tanpa khawatir tabungan ludes.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya memasukkan kebebasan finansial sebagai salah satu daftar resolusi tahun barumu. Meski bukan perkara mudah, kamu bisa meraihnya dengan ketekunan dan konsistensi.

Buat kamu yang bingung harus mulai dari mana, berikut deretan tips. 

1. Buat anggaran bulanan

Sering merasa bingung ke mana uang kamu habis setiap bulannya? Apabila jawabannya iya, kamu perlu mulai mengasah kemampuan manajemen keuangan. Sebab, manajemen keuangan adalah salah satu fondasi penting untuk meraih kebebasan finansial.

Untuk mengasah kemampuan tersebut, kamu bisa memulainya dengan membuat anggaran bulanan. Caranya, petakan pengeluaran wajib yang harus disiapkan selama sebulan.

Pos pengeluaran jenis ini biasanya terdiri dari biaya makan, transportasi, pulsa, sewa kos/kontrakan, asuransi, dan cicilan utang. Pos ini harus kamu tentukan di awal dan tidak boleh diganggu gugat.

Kemudian, tentukan bujet untuk pos kebutuhan jangka panjang secara bulanan. Pos ini biasanya digunakan sebagai tabungan untuk rencana di masa depan, seperti biaya pernikahan, rumah, kendaraan, dan dana pensiun.

Bujet untuk pengeluaran tersebut bisa disesuaikan dengan pemasukan yang kamu dapat tiap bulan dan target kamu ingin mencapainya.

Jangan lupa, anggaran bulanan ini terus kamu evaluasi tiap bulan agar bisa melacak pengeluaran dan menyesuaikan untuk bulan berikutnya.

Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah mengendalikan pengeluaran. Kamu pun bisa memprediksi kapan kebutuhan jangka panjang dapat terpenuhi.

2. Menyiapkan dana darurat

Saat merancang anggaran bulanan, pastikan untuk memasukkan dana darurat sebagai salah satu prioritasmu. Sebab, dana darurat akan berguna saat kamu menghadapi situasi mendesak, seperti tiba-tiba sakit, ponsel hilang, atau kehilangan pekerjaan.

Tak ada aturan baku terkait jumlah dana darurat yang harus kamu simpan. Namun, kebanyakan perencana keuangan profesional menyarankan dana darurat setidaknya setara enam bulan pengeluaran untuk kamu yang single dan dua belas bulan untuk kamu yang sudah menikah.

Untuk mencapai jumlah tersebut, kamu bisa mencicilnya per bulan. Caranya, sisihkan minimal 5 – 10 persen dari pemasukan bulanan sebagai dana darurat.

Pastikan dana darurat kamu simpan di instrumen yang mudah dicairkan agar kamu bisa mengatasi kondisi mendesak dengan segera.

3. Bijak kelola utang

Utang bukanlah hal yang tabu. Bahkan, sah-sah saja dilakukan, asalkan nominalnya sesuai dengan kemampuan bayar dan digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif.

Misalnya, saat laptop yang biasa digunakan untuk bekerja rusak, kamu bisa membeli laptop baru dengan metode cicilan. Namun, pastikan nominal utang atau cicilan tidak melebihi 30 persen dari total pemasukan bulanan kamu.

Hindari utang untuk memenuhi hal-hal yang bersifat konsumtif, seperti liburan, membeli sepatu baru, atau barang-barang hobi. Penuhi kebutuhan tersebut dengan dana ekstra yang tersedia setelah semua pos-pos penting terpenuhi.

4. Mulai berinvestasi sejak dini

Setelah pos pengeluaran wajib dan dana darurat terpenuhi, kamu perlu mempertimbangkan untuk mulai berinvestasi. Dengan berinvestasi, aset-aset kamu dapat berkembang dan tidak tergerus nilainya oleh arus inflasi.

Investasi juga akan membantumu untuk memenuhi berbagai kebutuhan jangka panjang yang telah kamu tentukan sejak awal. Dengan begitu, kamu bisa segera meraih kebebasan finansial yang diimpikan.

Saat ini, ada banyak instrumen investasi yang bisa kamu pilih. Akan tetapi, kamu perlu berhati-hati dalam berinvestasi. Pastikan memilih investasi yang aman dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) agar tidak terjerumus dalam jebakan investasi bodong.

Selain itu, pilih instrumen yang sesuai profil risiko investasi kamu. Untuk permulaan, kamu bisa memilih instrumen investasi yang memiliki risiko rendah, seperti reksa dana pasar uang dan emas. Kabar baiknya, kedua instrumen itu bisa kamu dapatkan dengan mudah di Tokopedia.

Cukup dengan modal terjangkau, yakni Rp 10.000, kamu sudah bisa membeli unit reksa dana pasar uang di Tokopedia.

Kamu tidak perlu khawatir soal keamanan berinvestasi reksa dana di Tokopedia. Sebab, aplikasi tersebut bekerja sama dengan Bareksa sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berada di bawah pengawasan OJK.

Kemudian, Tokopedia juga bekerja sama dengan manajer investasi (MI) tepercaya, yaitu Mandiri Manajemen Investasi dan Syailendra Capital.

Adapun produk reksa dana pasar uang berisiko rendah yang tersedia dari kedua MI itu adalah Syailendra Dana Kas dan Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra.

Untuk berinvestasi reksa dana, kamu perlu mengisi formulir singkat Tokopedia Reksa Dana secara online. Setelah terverifikasi dalam 2x 24 jam, kamu sudah bisa menginvestasikan dana di instrumen tersebut.

Kelebihan lainnya, kamu bisa melakukan pembelian unit reksa dana dengan berbagai metode pembayaran yang tersedia di Tokopedia, seperti e-banking, m-banking, OVO, dan lain sebagainya.

Unit yang dibeli akan segera masuk setelah diproses oleh MI maksimal dua hari kerja. Setelah unit reksa dana masuk, kamu bisa langsung memantau pergerakan keuntungan investasi secara harian.

Selain reksa dana, kamu juga bisa menabung emas dengan modal Rp 5.000 di Tokopedia Emas. Kamu pun tidak perlu khawatir soal keamanannya karena Tokopedia bekerja sama dengan PT Pegadaian yang berada di bawah pengawasan OJK.

Cara menabung emas di Tokopedia sangatlah mudah. Apabila sudah memiliki akun Tokopedia, kamu cukup mengisi jumlah emas yang ingin dibeli, baik sesuai uang yang ingin dibelanjakan atau berat emas dalam satuan gram.

Setelah itu, lakukan proses pembayaran dengan berbagai metode yang tersedia di Tokopedia. Upayakan untuk segera melakukan pembayaran untuk menghindari perubahan harga emas. Apabila proses pembayaran berhasil, emas yang dibeli akan langsung masuk ke tabungan emas kamu.

Selain itu, kamu bisa menabung emas melalui fitur Pembulatan Emas. Melalui fitur ini, kamu bisa membulatkan tagihan belanja menjadi tabungan emas dalam satu kali pembayaran.

Tak hanya menabung emas, kamu juga bisa memantau tren harga emas setiap harinya di laman Tokopedia Emas. Dengan begitu, kamu bisa memutuskan kapan harus menambah investasi emas atau menjualnya.

Agar konsisten dan memudahkan berinvestasi, kamu bisa menyisihkan 5 – 10 persen dari pemasukan bulanan. Jumlah ini bisa pula ditambah bila kamu mendapatkan penghasilan lebih, seperti tunjangan hari raya atau bonus tahunan.

Itulah sederet tips yang bisa kamu terapkan untuk meraih resolusi kebebasan finansial di tahun depan. Semoga tercapai ya!


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya