Siap-siap Harbolnas 12.12, Simak Imbauan Badan Perlindungan Konsumen

Kompas.com - 11/12/2020, 11:11 WIB
Ilustrasi belanja online Dok. Pixabay/PhotomixIlustrasi belanja online

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja, serta memperhatikan dengan detil tawaran yang diterima dari platform belanja online saat event hari belanja online nasional ( Harbolnas) 12.12.

Harbolnas 12.12 merupakan kegiatan rutin para pelaku e-commerce yang diadakan tiap tahun pada 12 Desember, tak terkecuali pada tahun ini,

Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BKPN Johan Effendi mengatakan, cermat berbelanja saat Habolnas sangat diperlukan mengingat tingginya keluhan pengguna layanan e-commerce yang masuk ke BPKN sepanjang tahun 2020, menjadi kedua yang terbesar di bawah sektor perumahan.

" Keluhan konsumen pengguna layanan e-commerce yang masuk ke BPKN sebesar 23,11 persen, nomor dua di bawah keluhan terhadap sektor perumahan yang sebesar 39,92 persen. Jumlah pengaduan yang masuk sebanyak 295 pengaduan,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Harbolnas 12.12, OVO, Grab, dan Tokopedia Tebar Promo Cashback hingga 90 Persen

Menurut dia, hingga 30 November 2020, BPKN telah memproses 206 pengaduan keluhan terkait layanan e-commerce tersebut, di mana 89 pengaduan telah diselesaikan dan hak konsumen dipulihkan.

Johan mengatakan, ada bermacam keluhan yang disampaikan konsumen pengguna layanan e-commerce. Seperti, masalah refund, phising dengan pengambilalihan one time password (OTP), pembelian barang yang bermasalah, cashback yang tidak diterima. voucher yang tidak bisa digunakan, hingga garansi yang tidak terpenuhi.

Oleh sebab itu, ia menegaskan untuk konsumen lebih cerdas dalam memanfaatkan ragam tawaran yang dipromosikan saat Harbolnas. Meski demikian, diakuinya bahwa Harbolnas turut menjadi momentum yang baik untuk bisa meningkatkan perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19

"BPKN mendukung penuh kegiatan ini, terutama untuk menghidupkan perekonomian nasional di era digital yang terdampak akibat pandemi. Harapannya, Harbolnas tahun ini dapat sedikit mengangkat ekonomi Indonesia yang pertumbuhannya masih negatif," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPKN Rizal E Halim menyatakan, bahwa keberhasilan Harbolnas tidak hanya sekedar ditentukan dari nilai transaksi yang terjadi, tetapi terkait pula dengan kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi, informasi yang benar dan akurat, serta produk yang berkualitas seperti dijanjikan.

Di sisi lain, sesuai Peraturan Pemerintah No.80/2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, BPKN pun mengimbau penyedia layanan e-commerce memberikan porsi yang besar bagi produk dalam negeri untuk dipasarkan dalam aplikasinya masing-masing.

Apalagi berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) sepanjang tahun ini sudah sebanyak 9,4 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya.

"Oleh karena itu, konsumen perlu didorong agar juga bangga untuk membeli dan menggunakan produk hasil karya negeri sendiri,” kara Rizal.

Baca juga: Harbolnas 12.12, Akulaku Tebar Voucer dan Hadiah hingga Miliaran Rupiah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X