Menteri PPPA Sebut Pandemi Covid-19 Semakin Memperburuk Ketimpangan Gender

Kompas.com - 11/12/2020, 16:43 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga (kanan) bersama perwakilan anak untuk Hari Anak Nasional membacakan surat untuk presiden saat perayaan Hari Anak Nasional 2020 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Perayaan Hari Anak Nasional ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berbagi kekhawatiran, ekspektasi, dan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan mereka, serta apa saja hal yang sudah mereka lakukan selama Pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww. Rivan Awal LinggaMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga (kanan) bersama perwakilan anak untuk Hari Anak Nasional membacakan surat untuk presiden saat perayaan Hari Anak Nasional 2020 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Perayaan Hari Anak Nasional ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berbagi kekhawatiran, ekspektasi, dan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan mereka, serta apa saja hal yang sudah mereka lakukan selama Pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945, negara menjamin hak yang sama antara perempuan dan laki-laki.

Namun kata dia, berdasarkan data, ketimpangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat hasil pembangunan antara perempuan dan laki-laki masih terlihat dengan jelas.

“Kondisi yang memperhatinkan ini menjadi semakin menantang saat ini karena pandemi Covid-19 semakin memperburuk ketimpangan gender yang ada, sehingga perempuan menjadi semakin rentan,” ujar Ayu dalam webinar, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Bertahan Hadapi Pandemi, Haus! Fokus Penjualan Secara Online

Ayu menambahkan, perempuan memiliki peranan penting dalam perekonomian suatu bangsa. Misalnya berdasarkan data perkembangan UMKM tahun 2014-2018, dari total usaha yang berjumlah 64 juta, 99,99 persen usaha di Indonesia adalah UMKM.

Berdasarkan survei dari Bank Dunia tahun 2016, lebih dari 50 persen usaha kecil dimiliki dan dikelola perempuan.

Sementara itu, hasil penelitian dari McKenzie tahun 2018 memaparkan tingginya populasi perempuan akan membawa manfaat pada bertambahnya sumbangan pendapatan secara signifikan dalam PDB suatu bangsa.

“Untuk itu tidak mengejutkan bahwa hasil diskusi World Economy Forum pada Januari 2020 menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci dari kenaikan pendapatan suatu bangsa yang akan menentukan kemajuan negara,” kata dia.

Baca juga: Penghargaan Kedua di 2020 untuk Sido Muncul dari Majalah Forbes

Atas dasar itu, Ayu meminta kepada semua pihak untuk membuka kesempatan bagi perempuan Indonesia untuk dapat berkarya, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital, karena karya perempuan tidak hanya menjadi manfaat bagi diri mereka sendiri, tapi juga keluarga, bahkan bangsa.

“Selama ini banyak perempuan yang termarjinalkan, dianggap tidak bisa, padahal mereka tidak diberikan akses dan dukungan yang cukup,” ungkapnya.

Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi dari semua pihak untuk meningkatkan peran perempuan.

“Saya yakin kita bisa menghadapi tantangan-tantangan yang masih meliputi perempuan akibat kontruksi sosial yang merugikan mereka,” ucap dia.

Baca juga: Distribusi Vaksin Covid-19 Dorong Rupiah Menguat



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Relaksasi PPnBM, Napas Baru Industri Otomotif

Relaksasi PPnBM, Napas Baru Industri Otomotif

Whats New
Siapa yang Bujuk Jokowi Buka Investasi Miras?

Siapa yang Bujuk Jokowi Buka Investasi Miras?

Whats New
Biaya Listrik Energi Terbarukan Kian Murah, PLN Hentikan Kontrak Proyek PLTU

Biaya Listrik Energi Terbarukan Kian Murah, PLN Hentikan Kontrak Proyek PLTU

Whats New
Jeff Bezos Terancam Bayar Pajak Rp 79,8 Triliun Per Tahun, Kok Bisa?

Jeff Bezos Terancam Bayar Pajak Rp 79,8 Triliun Per Tahun, Kok Bisa?

Whats New
Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Whats New
Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Whats New
Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Whats New
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X