Pfizer dan Moderna Raup Rp 451 Triliun dari Penjualan Vaksin Covid-19 pada 2021

Kompas.com - 13/12/2020, 14:24 WIB
Papan nama perusahaan The Pfizer Global Supply di Portage, Michigan, Amerika Serikat, yang dipotret pada Jumat (11/12/2020). Vaksin Pfizer-BioNTech didistribusikan ke seluruh AS dan mulai disuntik pada Senin (14/12/2020) ke 3 juta orang di gelombang pertama. AP PHOTO/PAUL SANCYAPapan nama perusahaan The Pfizer Global Supply di Portage, Michigan, Amerika Serikat, yang dipotret pada Jumat (11/12/2020). Vaksin Pfizer-BioNTech didistribusikan ke seluruh AS dan mulai disuntik pada Senin (14/12/2020) ke 3 juta orang di gelombang pertama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 merupakan salah satu komoditas yang paling dicari oleh berbagai negara dunia.

Hal tersebut akan berimplikasi terhadap bertambahnya pundi-pundi keuntungan perusahaan produsen vaksin.

Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS), Pfizer dan Moderna, merupakan dua produsen vaksin yang diproyeksi akan mendapatkan pendapatan besar dari penjualan komoditas tersebut.

Baca juga: Tak Ingin Mendahului, Jokowi Ingin Disuntik Vaksin Covid-19 Bersamaan dengan Rakyat

Dikutip dari CNN, Minggu (13/12/2020), analis Wall Street memproyeksikan, Pfizer dan Moderna akan mendapatkan 32 miliar dollar AS atau setara Rp 451 triliun (asumsi kurs Rp 14.100 per dollar AS), dari penjualan vaksin Covid-19 sepanjang tahun 2021 saja.

Morgan Stanley memperhitungkan, Pfizer sendiri akan dapat mengantongi 19 miliar dollar AS dari penjualan vaksin Covid-19 pada 2021.

Proyeksi tersebut jauh lebih tinggi dari estimasi penjualan tahun ini, yang hanya mencapai 975 juta dollar AS.

Kendati demikian, Pfizer akan membagi dua pendapatan tersebiut dengan BioNTech, perusahaan farmasi asal Jerman, yang merupakan partner kerja sama pengembangan vaksin tersebut.

Baca juga: Erick Thohir Sebut QR Code di Vaksin Covid-19 untuk Menghindari Penyelewengan

Pendapatan Pfizer dari penjualan vaksin Covid-19 diprediksi mengalami penurunan pada tahun berikutnya, yakni 2022 menjadi sebesar 9,3 miliar dollar AS.

Sementara itu, Goldman Sachs, memproyeksikan Moderna akan mengantongi 13,2 miliar dollar AS dari penjualan vaksin Covid-19 pada tahun depan.

Berbeda dengan Pfizer, pendapatan Moderna justru diprediksi akan terus bertambah hingga menjadi 15 miliar dollar AS pada 2022.

Dengan proyeksi pendapatan tersebut, valuasi pasar Moderna pun meroket hingga 62 miliar dollar AS.

Bukan hanya itu, nilai saham perusahaan biofarmasi itu juga telah menguat hampir 700 persen sepanjang tahun ini.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X