Pertamina Dinilai Berpeluang Raih Laba Akhir 2020

Kompas.com - 13/12/2020, 16:40 WIB
Ilustrasi logo Pertamina. SHUTTERSTOCK/Joachim AffeldtIlustrasi logo Pertamina.

Sementara di sisi hulu, juga dikaitkan dengan membaiknya harga minyak dunia pada semester kedua 2020, pemulihan ekonomi di berbagai negara, termasuk Korea, Jepang, dan Cina, serta sentimen vaksin yang mulai didistribusikan ke berbagai negara.

"Semua itu menjadi pemicu bangkit (rebound) harga minyak mentah. Dan itu pula yang menjadi salah satu faktor peningkatan kinerja di sektor hulu,” kata Abra.

Dari sisi hulu, Pertamina bisa menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan dan bahkan masih membutuhkan impor crude oil.

Baca juga: Resmi Berusia 63 Tahun, Apa Capaian Penting yang Diraih Pertamina?

Kondisi demikian, lanjut Abra, juga memicu BUMN tersebut untuk memperoleh pertumbuhan, karena antara biaya produksi dan pendapatan masih bisa dikompensasi.

“Belum lagi ditambah kontribusi dari sisi kilang, yang bisa menjadi penyangga untuk mendistribusikan BBM dalam negeri,” kata dia.

Menurut Abra, efisiensi dan strategi bisnis yang tepat, menjadi kunci Pertamina dalam memanfaatkan geliat ekonomi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Artinya, meski saat ini pandemi belum pulih benar, namun perusahaan bisa memanfaatkan sentimen tersebut dengan sangat baik sehingga bisa mengoptimalkan raihan keuntungan.

Sementara itu, meski sempat merugi pada semester pertama 2020, Pertamina memproyeksikan perolehan laba pada semester kedua 2020.

Baca juga: Pertamina Targetkan Operasional Pembangkit Listrik EBT Berkapasitas 10 GW pada 2026

Pertamina memproyeksikan perolehan laba bersih 2020 sekitar 800 juta dolar AS.

Jika proyeksi tersebut tercapai, lanjut Abra, semakin menunjukkan kinerja Pertamina terlebih lagi bahwa tidak semua industri migas dunia juga bisa meraih laba pada akhir semester 2020.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X