Akar Serabut Perekonomian Vietnam

Kompas.com - 14/12/2020, 05:11 WIB
Warga Vietnam tampak ceria setelah pihak berwenang mengangkat karantina di desa Dong Cuu, desa karantina Vietnam terakhir yang terkena penyakit virus corona (Covid-19), di luar Hanoi, Vietnam 14 Mei 2020. REUTERS/Nguyen Huy KhamWarga Vietnam tampak ceria setelah pihak berwenang mengangkat karantina di desa Dong Cuu, desa karantina Vietnam terakhir yang terkena penyakit virus corona (Covid-19), di luar Hanoi, Vietnam 14 Mei 2020.

Hal lain yang menarik adalah proses tersebut berlangsung dengan cepat. Selesai orang-orang menghabiskan sarapannya, kursi dan meja mungil tersebut segera dirapikan kembali. Trotoar dibersihkan dan orang pun bisa berjalan lalu lalang di trotoar yang luang.

Gerakan makan pagi di luar pada sektor informal ini ternyata bukan hanya berlaku pada pekerja kelas bawah, tetapi juga lapisan atas masyarakat. Maklumat sarapan di luar pada sektor informal berlaku untuk semua lapisan pekerja bahkan untuk seluruh unsur masyarakat.

Kebiasaan sarapan di luar ini ternyata efektif sekali dalam memulihkan dan menata kembali perekonomian Vietnam. Kebiasaan yang dikembangkan tidak hanya melalui suatu instruksi tapi sekaligus penyelenggaraan sistemnya.

Orang diharuskan berangkat pagi, masuk kerja pada awal hari, makan di luar pada pedagang kecil dan bergegas menyelesaikan sarapannya bagi pekerja, sedangkan si pedagang kecil segera merapikan perabot dagangannya termasuk meja kursi. Orang pun bisa lalu lalang di trotoar dengan nyaman. Suatu maklumat yang ditujukan untuk pemulihan ekonomi bangsa tapi sekaligus pemberdayaan pengusaha kecil makanan.

Di dalam pemberdayaan seperti itu ada proses pembelajaran bagi semua unsur masyarakat yang ujungnya adalah meningkatkan nasionalisme masyarakat, kebersamaan dan menyusun perekonomian bangsa (Zaelany dan Surtiari, 2013).

Akar-akar serabut perekonomian

Pedagang-pedagang kecil makanan atau biasanya kita kategorikan sebagai sektor informal merupakan bentuk perekonomian yang umum kita jumpai pada masyarakat lapisan bawah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usahanya dibangun dengan modal kecil, omzetnya terbatas sekali, penghasilannya sedikit, dilakukan oleh pekerja keluarga dan rentan terhadap kebangkrutan (Zaelany, 2007).

Namun, pimpinan Vietnam berpikiran bahwa membangun perekonomian bangsa harus dimulai dengan mengokohkan perekonomian masyarakat bawah sebagai pondasi yang kuat. Sektor informal merupakan bentuk kegiatan ekonomi yang mudah diakses oleh masyarakat dan menjadi akar-akar serabut dari perekonomian Vietnam (fibrous roots of economy).

Kokoh tidaknya perekonomian bangsa tergantung kuat tidaknya akar-akar serabut perekonomian tersebut. Akar-akar serabut perekonomian yang kecil dan lembut, tapi dalam jumlah banyak dan kuat akan menghujam menjadi pondasi kokoh perekonomian Vietnam ke masa depan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Hansel Davest Indonesia Soal Lonjakan Harga Saham

Kata Hansel Davest Indonesia Soal Lonjakan Harga Saham

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Work Smart
AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

Whats New
Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Rilis
Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X