Akar Serabut Perekonomian Vietnam

Kompas.com - 14/12/2020, 05:11 WIB
Warga Vietnam tampak ceria setelah pihak berwenang mengangkat karantina di desa Dong Cuu, desa karantina Vietnam terakhir yang terkena penyakit virus corona (Covid-19), di luar Hanoi, Vietnam 14 Mei 2020. REUTERS/Nguyen Huy KhamWarga Vietnam tampak ceria setelah pihak berwenang mengangkat karantina di desa Dong Cuu, desa karantina Vietnam terakhir yang terkena penyakit virus corona (Covid-19), di luar Hanoi, Vietnam 14 Mei 2020.

Dengan perlahan-lahan meningkat kesejahteraan masyarakat lapisan bawah, konsumsi belanja rumah tangga juga meningkat, maka pertumbuhan ekonomi di Vietnam menjadi keniscayaan.

Maklumat untuk sarapan di luar rumah pada sektor informal menjadi pemicu formasi modal yang bergerak dari lapisan masyarakat bawah hingga lapisan masyarakat atas serta mewarnai aktivitas perekonomian bangsa Vietnam.

Tren pertumbuhan ekonomi Vietnam terlihat stabil bahkan ketika ada guncangan ekonomi di kawasan ASEAN ataupun global sebagaimana resesi ekonomi di masa pandemi Covid-19 yang tidak hanya merontokkan kesehatan masyarakat tetapi disertai tsunami yang menghantam perekonomian banyak negara di dunia.

Dahsyatnya, perekonomian Vietnam tetap stabil dan mulai bergerak normal kembali pasca mulai terselesaikannya wabah Covid-19 di negara ini.

Ketika struktur perekonomian Vietnam sudah terbentuk dengan bagus dengan perekonomian masyarakat dari lapisan bawah hingga lapisan atas sudah mulai kokoh dan masyarakatnya sudah terlatih untuk disiplin mengikuti sistem yang ada, tentulah menjadi faktor penarik yang kuat untuk mendatangkan para investor.

Tidaklah mengherankan kini Vietnam menjadi pusat incaran para pemodal untuk mengembangkan usahanya di sana.

Pembentukan akar-akar serabut perekonomian Vietnam ini membutuhkan waktu lama, kerja keras, tapi kini sudah berujung pada struktur perekonomian yang kuat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu sudah terbukti berhasil di Vietnam, dibandingkan teori trickle down effect yang telah terbukti tidak menunjukkan hasil sama sekali di dalam pembangunan berbagai negara berkembang. 

Andy Ahmad Zaelany

Peneliti Puslit Kependudukan LIPI

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X