Kompas.com - 14/12/2020, 09:49 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (14/12/2020). Berbeda dengan rupiah yang melemah pagi ini di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.18 WIB, IHSG berada pada level 5.976,41 atau naik 38,08 poin (0,64 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.938,32.

Sebanyak 252 saham melaju di zona hijau dan 115 saham di zona merah. Sedangkan 161 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 3,1 triliun dengan volume 3,7 miliar saham.

Baca juga: IHSG Dibayangi Kenaikan Kasus Covid-19, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bursa Asia pagi ini positif, dengan kenaikan indeks Nikkei 0,68 persen, indeks Hang Seng Hong Kong 0,1 persen, indeks Strait Times 1,4 persen dan indeks Shanghai Komposit 0,16 persen.

Sebelumnya, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, meskipun vaksin Covid-19 sudah masuk ke Indonesia, namun jumlah kasus Covid-19 terus merangkak naik. Hal ini menjadi sentimen negatif pasar yang mendorong pelemahan IHSG.

“IHSG berpeluang konsolidasi melemah, sentimen positif vaksin mungkin masih ada di pasar di awal pekan, tetapi mungkin pasar akan konsolidasi sesudah itu. Optimisme akan vaksin Covid-19 mungkin juga akan terganggu oleh peningkatan kasus Covid 19 dan pembatasan sosial yang dilakukan beberapa negara,” kata Hans Minggu (13/12/2020).

Sementara itu nilai tukar rupiah di pasar spot pagi ini bergerak di zona merah.

Melansir Bloomberg, pada pukul 09.19 WIB rupiah berada pada level Rp 14.120 per dollar AS atau melemah 40 poin (0,28 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.080 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah pagi ini menunjukkkan tren nilai tukar rupiah masih konsolidasi di area support.

“Pelemahan rupiah pagi ini mungkin pasar menunggu approval vaksin BPOM,” kata Ariston.

Walau demikian, pada siang nanti rupiah berpotensi menguat karena sentimen positif persetujuan penggunaan darurat vaksin Pfizer oleh FDA AS atas vaksin Covid-19, Pfizer. Di sisi lain rupiah bisa menguat karena nilai tukar emerging market menguat terhadap dollar AS pagi ini.

Persetujuan penggunaan darurat vaksin Pfizer oleh FDA AS juga mendorong penguatan rupiah siang nanti. Persetujuan ini menyusul persetujuan yang sudah diberikan oleh Inggris, Kanada dan Bahrain. Penggunaan vaksin bisa mempercepat pemulihan ekonomi global.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.000 per dollar AS sampai dengan Rp 14.150 per dollar AS.

Baca juga: Distribusi Vaksin Covid-19 Dorong Rupiah Menguat



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X