Menkop Teten Fokus 3 Upaya Transformasi Persiapkan UMKM Pasca Pandemi, Apa Saja?

Kompas.com - 14/12/2020, 12:10 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. (DOK. KEMENKOP UKM) Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. (DOK. KEMENKOP UKM)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyatakan, pihaknya akan melakukan 3 upaya transformasi  meningkatkan kekuatan koperasi dan UMKM pasca pandemi Covid-19.

"Dengan adanya transformasi tersebut menjadi formulasi yang tepat bagi koperasi dan UMKM. Transformasi pertama adalah transformasi UMKM dari informal ke formal, yang dimana saat ini masih banyak koperasi dan UMKM yang belum berbadan hukum," ujarnya mengutip siaran resminya, Senin (14/12/2020).

Menurut Teten, dari badan hukum, banyak muncul usaha mikro baru akibat dampak dari pemutusan kerja saat Covid-19 dan memilih untuk menjadi usaha mikro. Untuk itu, dia menilai, potensi ke depan munculnya usaha mikro makin banyak.

Baca juga: Luhut Minta UMKM RI Bisa Contek Kemasan Produk Jepang

"Strategi kami di kementerian, bagaimana usaha mikro dan kecil ini tumbuh ke atas. Ditambah, masalah izin pendirian koperasi ini di Undang-Undang Cipta Kerja makin dimudahkan, sekaligus mendorong kesempatan UMKM naik kelas," jelasnya.

Kedua, lanjut dia, adalah transformasi digital. Teten menjelaskan marketing pemasaran nanti lebih efisien bisnisnya lewat proses digital, termasuk dari sisi payment digital. "Ini penting disiapkan UMKM untuk dihubungkan ke ekosistem digital," ucapnya.

Ia bersyukur, saat ini UMKM juga sudah dibantu oleh program Pasar Digital (PaDi), hasil kerja sama dengan 9 BUMN.

Ketiga adalah transformasi teknologi produksi yang mendorong UMKM memiliki daya saing. Teten pun mengeluhkan banyaknya market dalam negeri yang diserbu produk impor lewat e-commerce.

"Kalau UMKM mau bersaing, maka harus ada standarisasi global. Ini sedang terus kita rancang," tambahnya.

Kemenkop UKM juga mendorong inisiatif dengan membangun rumah produksi bersama. Tujuannya agar UMKM bisa terus produksi secara bersama-sama meski tak memiliki pabrik sendiri.

"Kita juga ingin transformasi UMKM rantai pasok. Karena kebanyakan usaha UMKM ini kecil-kecil, dibantu supaya bisa tembus ke pasar lebih besar secara nasional," sebut dia.

Baca juga: 5 Tips agar UMKM Bisa Bertahan di Kala Resesi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X