Chatib Basri: Isu Lingkungan Masih Dianggap sebagai Barang Mewah

Kompas.com - 14/12/2020, 15:47 WIB
Chatib Basri usai menjadi pembicara pada acara Disruptif Ekonomi Digital di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (5/1/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTOChatib Basri usai menjadi pembicara pada acara Disruptif Ekonomi Digital di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (5/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai negara di dunia tengah melaksanakan rencana pembangunan rendah karbon, tidak terkecuali di Indonesia. Namun sampai saat ini rencana pembangunan yang menyandingkan pertumbuhan ekonomi dan isu lingkungan itu masih diabaikan oleh banyak pihak.

Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, menilai, dengan masih banyaknya isu mendasar, seperti kemiskinan dan ketahanan pangan, membuat isu lingkungan diabaikan oleh sejumlah pihak.

"Kesulitan dari pembangunan low carbon initiative di dalam banyak kasus seringkali isu lingkungan adalah isu yang dianggap sebagai barang mewah," katanya dalam webinar Membangun Indonesia Lebih Hijau dan Tangguh Dalam Rangka Pemulihan Covid-10 Dengan Pembangunan Rendah Karbon, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Pertamina Sedih Indonesia Termasuk 7 Negara Jual Produk BBM Tidak Ramah Lingkungan

Padahal, menurut pria yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri itu, isu lingkungan akan berimplikasi terhadap isu-isu lainnya.

"Jangan lupa, persoalan climate change akan berpengaruh kepada sektor pertanian misalkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Chatib menjelaskan, ke depan isu lingkungan juga menjadi sangat penting bagi suatu negara untuk mendapatkan suatu pembiayaan. Pasalnya, tren pembiayaan hijau atau green financing tengah ramai dilakukan oleh lembaga keuangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi saya bisa meyampaikan misalnya sebuah negara perekonomiannya masih berbasis ekstraktif dengan mengeksploitas SDA, investment bank di selurh dunia akan memberikan penalty yang lebih tinggi dalam financig," tuturnya.

Baca juga: Dapat Dukungan ADB, PLN Laksanakan Pembiayan Energi Ramah Lingkungan

Oleh karenanya, pemerintah dinilai perlu mengimplementasikan insentif bagi pelaku usaha yang mulai mengembangkan teknologi berbasis ramah lingkungan seperti rendah karbon.

"Mungkin perlu diberikan insentif fiskaln bagi yang melakukan pembiayaan melalui green bond," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset IDEAS: Angka Kemiskinan RI Melonjak di 2022

Riset IDEAS: Angka Kemiskinan RI Melonjak di 2022

Whats New
Turun Rp 3.000 per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 3.000 per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Keuangan Terpukul Pandemi, AP I Tunda Bayar Gaji dan Tunjangan Karyawan

Keuangan Terpukul Pandemi, AP I Tunda Bayar Gaji dan Tunjangan Karyawan

Whats New
Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Whats New
Di Hadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

Di Hadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

Rilis
Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

Rilis
Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

Whats New
Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Earn Smart
Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

Rilis
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

Rilis
Cerita Rachmat Kaimmudin, dari Penjaga Perpustakaan hingga Jadi CEO Bukalapak

Cerita Rachmat Kaimmudin, dari Penjaga Perpustakaan hingga Jadi CEO Bukalapak

Work Smart
Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

[POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

Whats New
Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.