Presdir Lippo Karawaci Klaim Utang Perusahaan Masih Sehat hingga 2025

Kompas.com - 14/12/2020, 15:53 WIB
Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan LPKR di Jakarta, Kamis (18/4/2019) KOMPAS.com/Fika Nurul UlyaPresiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan LPKR di Jakarta, Kamis (18/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Ketut Budi Wijaya memastikan bahwa tingkat utang perseroannya masih akan stabil hingga 2025.

Rasio utang Lippo Karawaci yang masih sehat akan memberikan peluang untuk bertumbuh dan berkembang dengan cepat pada periode tersebut.

"Bahwa sampai tahun 2025, tidak akan ada utang yang bernilai signifikan yang jatuh tempo. Jadi, dari tahun 2020-2025, tidak ada utang signifikan yang jatuh tempo," ujar Ketut dalam public expose virtual, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Hingga Kuartal III 2020, Lippo Karawaci Rugi Rp 2,34 Triliun

Ketut menyebutkan, rasio utang Lippo Karawaci hanya mencapai 0,34 kali bila dibandingkan dengan perusahaan kompetitor lainnya.

"Memiliki struktur utang yang paling sehat dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan tersebut di mana tingkat utang hanya mencapai 0,34 kali dari ekuitas. Ini posisi tahun 2019, namun tidak jauh berbeda dengan posisi di tahun 2020," kata dia.

Selain itu, lanjut Ketut, total aset yang dimiliki perusahaan Lippo Karawaci mencapai Rp 55,1 triliun.

"Lippo Karawaci merupakan perusahaan terbesar dari segi aset. Ini termasuk dari aset yang dikelola. Jadi kalau kita lihat total aset adalah Rp 55,1 triliun, sedangkan aset yang dikelola mencapai Rp 19 triliun. Kalau kita lihat dari perusahaan sejenis selisihnya cukup besar," papar dia.

Pada laporan kuartal III 2020, LPKR mencatatkan rugi periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp 2,34 triliun.

Baca juga: Lippo Karawaci Raup Penjualan Rp 2,28 Triliun, Naik 100 Persen

Namun, nilai tersebut meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,72 triliun. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (2/11/2020), LPKR membukukan rugi usaha Rp 622,88 miliar pada kuartal III 2020, berkurang dari rugi usaha Rp 902,41 miliar pada periode sama tahun lalu.

Adapun beban keuangan neto perseroan Rp1,17 triliun, naik dari sebelumnya Rp 755,94 miliar.

Pendapatan LPKR pada kuartal III tahun 2020 sebesar Rp 8,58 triliun.

Nilai tersebut naik tipis 0,24 persen jika dibandingkan dengan periode saham tahun lalu Rp 8,56 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Whats New
Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Rilis
IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Whats New
Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

Rilis
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Whats New
Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja Untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja Untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Whats New
Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Whats New
Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Spend Smart
Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Whats New
Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Rilis
Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Whats New
Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X