Perekonomian Sudah Ada Tanda-tanda Pulih, tetapi Sri Mulyani Masih Waspada, Mengapa?

Kompas.com - 14/12/2020, 18:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perekonomian Indonesia telah melewati masa terberat yang terjadi pada kuartal II lalu.

Namun demikian, pihaknya masih mewaspadai kinerja impor yang masih mengalami tanda-tanda kontraksi lebih dalam pada kuartal III ini.

Pasalnya hingga Oktober, nilai impor tercatat sebesar 10,78 miliar dollar AS.

Baca juga: Meski Masih Kontraksi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2020 Diperkirakan Bisa Capai Minus 2 Persen

Angka tersebut merosot 6,79 persen jika dibandingkan dengan bulan September lalu.

Di sisi lain, bila dibandingkan dengan Oktober 2019, angka tersebut merosot 26,93 persen.

"Satu pengecualian adalah impor yang masih menunjukkan tanda-tanda kontraksi yang lebih dalam di kuartal III ini," ujar Sri Mulyani dalam Bisnis Indonesia Awards 2020, Senin (14/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini yang harus kita waspadai," lanjut dia.a

Padahal, beberapa indikator perekonomian lain mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Baca juga: ADB Koreksi ke Bawah Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi -2,2 Persen di 2020

Misalnya saja dari sisi permintaan, kontraksi yang dialami konsumsi rumah tangga lebih baik dibanding kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III tercatat sebesar 4,04 persen (yoy).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.