Menhub Minta Masyarakat Beli Tiket Kapal Penyeberangan Secara Online untuk Hindari Kerumunan

Kompas.com - 14/12/2020, 18:45 WIB
Reservasi tiket online kapal Ferry dengan menggunakan Ferizy. Dokumentasi Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatifReservasi tiket online kapal Ferry dengan menggunakan Ferizy.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengajak masyarakat untuk membeli tiket perjalanan penyeberangan secara daring (elektronik) melalui aplikasi Ferizy yang disiapkan oleh PT ASDP (Persero) selaku operator penyeberangan.

Budi menilai, hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kepadatan dan kerumunan penumpang di pelabuhan sebagai upaya antisipasi pencegahan penularan Covid-19 pada periode Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

"Saya mengajak masyarakat yang ingin berpergian menggunakan kapal penyeberangan ASDP dapat memanfaatkan Ferizy secara maksimal," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Jumlah Penumpang Kapal Penyeberangan Diprediksi Turun Hampir 40 Persen saat Libur Natal dan Tahun baru 2021

Selain itu, Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu mengimbau calon penumpang kapal penyeberangan untuk merencanakan perjalanan dengan membeli tiket online minimal 2 jam sebelum keberangkatan.

"Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan di pelabuhan dan percepatan proses integrasi manifest penumpang," kata Budi Karya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, untuk memperlancar penyelenggaraan angkutan penyeberangan pada libur Natal dan Tahun Baru telah disiapkan prasarana dan sarana pada 11 lintas penyeberangan yaitu sebanyak 218 unit kapal dan 58 dermaga.

Pada kesempatan yang sama, Budi Karya mengingatkan, kendaraan over load dan over dimention (ODOL) tidak diperkenankan menggunakan fasilitas penyeberangan.

Baca juga: Kemenhub Siapkan Balai Uji Kendaraan Bermotor Terbesar se-ASEAN

Untuk melakukan pengawasan terhadap truk ODOL dan menjaga kelancaran pelayanan penyeberangan di masa Libur Nataru, Kemenhub melalui Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) akan menyiapkan sekitar 600 personel.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya telah membuat regulasi dan melakukan sejumlah upaya penanganan ODOL agar tidak masuk ke pelabuhan penyeberangan.

“Ada beberapa opsi untuk penanganan ODOL agar tidak masuk ke dermaga. Salah satunya meningkatkan pengawasan di jalan tol, jadi diharapkan transaksi di Merak sudah clear tidak ada ODOL. Kami juga sudah meminta kepada para operator dan pelaku usaha agar tertib sesuai dengan regulasi," ucap Budi Setiyadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X