Sore Ini, Rupiah Melemah Didorong Kenaikan Kasus Covid-19 dan Rencana Pengetatan PSBB

Kompas.com - 15/12/2020, 16:15 WIB
Petugas menghitung pecahan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (29/6/2018) siang berada pada level Rp 14.360. MAULANA MAHARDHIKAPetugas menghitung pecahan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (29/6/2018) siang berada pada level Rp 14.360.

JAKARTA, KOMPAS.comNilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot sore ini melemah, Selasa (15/12/2020).

Melansir Bloomberg, rupiah ditutup melemah 25 poin (0,18 persen) pada level Rp 14.120 per dollar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.095 per dollar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, sentimen yang mendorong pergerakan rupiah hari ini adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV tahun 2020 masih akan terkontraksi.

Baca juga: Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah di 5 Bank Ini

Namun, akan terjadi perbaikan yakni minus 1-2 persen.

Penyebab dari pertumbuhan ekonomi yang masih lesu disebabkan angka kasus baru Covid-19 terus menunjukan peningkatan.

Di sisi lain, penguman data neraca perdagangan Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang surplus 12,66 miliar dollar AS, dengan nilai ekspor 15,28 miliar dollar AS dan nilai impor sebesar 12,66 miliar dollar AS, juga menjadi sentimen penggerak rupiah hari ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Walaupun nilai perdagangan Indonesia mengalami surplus, namun Informasi tentang proyeksi pertumbuhan di kuartal IV yang kemungkinan minus dan Pengetatan PSBB membuat pasar kembali kecewa dan aliran modal asing kembali ke luar pasar finansial dalam negeri, sehingga wajar kalau mata uang garuda ikut terkoreksi,” kata Ibrahim dalam dalam siaran pers.

Ibrahim mengatakan, melonjaknya kasus Covid-19 khususnya di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, mendekati Natal dan Tahun Baru akibat terjadi kerumunan massa yang cukup banyak.

Baca juga: Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Melemah

Oleh karena itu Pemerintah menginstruksikan kepada semua Gubernur Khusunya DKI Jakarta untuk kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

“Adapun tujuan dari instruksi tersebut adalah, untuk meredam kenaikan jumlah korban yang terinfeksi virus Covid-19, paling tidak sampai dengan vaksin Covid-19 sudah didistribusikan ke masyarakat,” tegas Ibrahim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dihadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

Dihadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

Rilis
Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

Rilis
Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

Whats New
Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Earn Smart
Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

Rilis
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

Rilis
Cerita Rachmat Kaimmudin, Dari Penjaga Perpustakaan Hingga Jadi CEO Bukalapak

Cerita Rachmat Kaimmudin, Dari Penjaga Perpustakaan Hingga Jadi CEO Bukalapak

Work Smart
Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

[POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

Whats New
Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

Whats New
Menteri Tjahjo Sebut Area Rawan Korupsi Ada 8 Pintu, Apa Saja?

Menteri Tjahjo Sebut Area Rawan Korupsi Ada 8 Pintu, Apa Saja?

Whats New
Cara Menjadi Agen BRILink dan Keuntungannya

Cara Menjadi Agen BRILink dan Keuntungannya

Earn Smart
Bos AP I: Diproyeksikan Tahun Depan Kami Masih Akan Rugi...

Bos AP I: Diproyeksikan Tahun Depan Kami Masih Akan Rugi...

Whats New
21 Bulan RI Hadapi Pandemi Covid-19, BI: Krisis Jadi Pengingat Agar Kita Lebih Siap

21 Bulan RI Hadapi Pandemi Covid-19, BI: Krisis Jadi Pengingat Agar Kita Lebih Siap

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.