Soal Wisatawan ke Bali Wajib Tes PCR, Ini Kata Bos Garuda

Kompas.com - 15/12/2020, 19:00 WIB
Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020). dok. Instagram @garuda.indonesiaTangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra angkat bicara terkait kebijakan wajib melakukan pemeriksaan Covid-19 dengan metode swab PCR bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bali. Menurut Irfan, pihaknya akan menaati aturan yang telah dibuat oleh pemerintah.

“Kita sebagai operator selalu tunduk kepada apa yang ditentukan regulator,” ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/12/2020).

Irfan menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu detil soal aturan tersebut. Dia memastikan pihaknya tak akan mengakali peraturan tersebut.

Baca juga: Penumpang Garuda Indonesia Capai 1,5 Juta Orang di Kuartal III 2020

“Kami Garuda selalu taat aturan. Kita enggak ingin sama sekali mencederai masyarakat kita. Kami juga enggak akan akal-akalan memanfaatkan aturan yang ada. Kami juga tahu persis, kebijakan ini untuk memastikan penyebaran Covid tidak semakin parah,” kata Irfan.

Irfan menuturkan, selama ini perusahaannya terus konsisten menerapkan protokol Covid-19 dalam tiap penerbangan. Bahkan, para karyawannya kerap bersitegang dengan penumpang yang tak menaati protokol kesehatan.

“Ada beberapa keributan kecil antara awak kabin dan penumpang, tapi kami berprinsip masker itu kewajiban. Saya cukup yakin yang memutuskan naik Garuda tahu persis protokol kesehatan, enggak hanya di pesawat tapi saat kegiatan,” ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, wisatawan yang hendak berkunjung ke Bali wajib melakukan pemeriksaan Covid-19.

Baca juga: Garuda Indonesia Mulai Penerbangan Kargo Denpasar-Hong Kong

Hal itu berlaku bagi wisatawan yang menempuh jalur udara maupun jalur darat.

"Wisatawan yang akan naik pesawat ke Bali wajib melakukan tes PCR pada H-2 sebelum penerbangan ke Bali," ujar Luhut dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemenkomarves, Selasa (15/12/2020).

Kemudian, wisatawan yang menempuh jalur darat diwajibkan melakukan rapid test antigen pada H-2 sebelum perjalanan darat masuk ke Bali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.