Sri Mulyani: Butuh Teknologi untuk Vaksinasi 180 Juta Orang Indonesia

Kompas.com - 16/12/2020, 12:33 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan untuk melakukan vaksinasi terhadap 180 juta orang yang telah ditargetkan pemerintah, diperlukan dukungan teknologi.

Bendahara Negara itu menjelaskan, penggunaan teknologi dibutuhkan untuk memastikan distribusi sesuai dengan sasaran yang telah direncanakan pemerintah.

"Untuk vaksinasi bayangkan kalau lebih dari 180 juta orang Indonesia akan divaksinasi, dan tidak sekali. Butuh teknologi untuk tracking mereka," jelas Sri Mulyani dalam acara Indonesia Digital Conference 2020, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Ada Vaksin Covid-19, Apindo Proyeksi Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh Hingga 5 Persen di 2021

Ditambah lagi, vaksinasi perlu dilakukan sebanyak dua kali per individu. Sehingga, teknologi dibutuhkan untuk melacak setiap orang agar mengetahui keberadaan mereka.

"By name, by NIK (Nomor Induk Kependudukan), by number. Ini porgram digitalisasi yang sangat besar dan nyata dan akan menimbulkan apa yang disebut infrastruktur yang necessary bagi kita untuk melakukan transformasi," ujar Sri Mulyani.

Untuk itu, seluruh puskesmas di Indonesia seharusnya bisa terkoneksi dengan teknologi digital.

Sri Mulyani pun mengatakan pada tahun 2021 mendatang pemerintah akan melakukan percepatan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) untuk wilayah-wilayah yang masih tertinggal. Targetnya, pemerintah bisa meningkatkan konektivitas di lebih dari 12.000 desa yang belum tersentuh internet.

Pemerintah melalui pun telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 triliun pada tahun 2021 hingga 2024 untuk pembangunan infrastruktur teknologi infromasi dan komunikasi (TIK).

"Sehingga bisa memberikan pelayanan dan infrastruktur digital yang reliable ke seluruh Indonesia. Seluruh infrastruktur tidak hanya mendukung program pemerintah saja, namun juga pelaku ekonomi lain bisa mendapatkan dampak spillover dari pembangunan infrastruktur ini," ujar Sri Mulyani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X