Kompas.com - 16/12/2020, 13:49 WIB
Sejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020). KOMPAS/PRIYOMBODOSejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Membuka bisnis makanan atau kuliner adalah salah satu impian dari banyak orang. Apalagi ke depannya diprediksikan bisnis kuliner masih akan tetap meroket.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) Bedi Zubaedi membeberkan setidaknya ada 4 tips yang bisa dilakukan ketika ingin membuka usaha di bidang kuliner.

"Pertama adalah pilih produk yang sudah diterima oleh masyarakat. Seperti gado-gado, ayam, nasi hingga mie. Mengapa? Karena produk-produk ini sudah sangat digemari oleh masyarakat," ujarnya saat ShopeePay Talks yang disiarkan secara virtual, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Survei: Program BLT UMKM Mampu Membuat Kapasitas dan Kinerja UMKM Meningkat Signifikan

Menurut dia, dalam menentukan produk, lebih baik mengikuti apa yang sudah atau yang sedang tren di pasar daripada menciptakan sebuah tren yang baru. Sebab, ketika membuat tren baru, akan lebih membutuhkan banyak biaya dan effort yang cukup besar.

Selain itu pula, pengusaha juga harus membutuhkan waktu yang lama ketika ingin memperkenalkan tren baru tersebut. "Jadi, jangan sampai keluar waktu yang banyak, keluar dana yang besar. Ikuti permintaan pasar saja," ucapnya.

Lalu yang kedua adalah pilih nama brand yang mudah dicerna dan tidak memiliki makna yang negatif. Hal ini, kata dia, juga harus diperhatikan agar pada saat proses pengajuan sertifikasi halal ataupun Haki, tidak ditolak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga, lakukan perhitungan. Dia bilang, sebelum menghitung inventori untuk pembelanjaan, terlebih dahulu hitung produk yang mau dijual.

Dia mencontohkan misalnya, ketika orang menjual makanan dengan harga Rp 10.000 per porsi, kita harus menjual dengan harga Rp 7.000. "Intinya, buat harga itu yang bisa menutupi modal dan tidak terlalu mahal dibandingkan pesaing sebelah," katanya.

Keempat, pastikan bahan baku yang dibutuhkan mudah dicari. Apalagi ketika pengusaha memiliki planing untuk membesarkan usahanya, sekalipun di kota-kota kecil, bahan baku masih bisa tetap tersedia.

"Jangan nanti ketika mau buka cabang di daerah kecil di Sulawesi misalnya, menjadi terkendala hanya karena bahan baku susah tersedia. Jadi pilihlah bahan baku yang gampang dicari dan selalu tersedia dimana saja," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.